|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : DL
"Aksi yang kami (red.jamaah KHA) lakukan, belum seberapa dibandingkan perjuangan Tuan guru UAS yang begitu amat peduli dengan umat. Tuan guru UAS adalah aset kita, ikon kita. Kita akan terus membela beliau, " jelas perempuan yang disapa Umi Tya ini.
Ditambahkan Mimi, mudah-mudahaan, apa yang dilakukan ini mendapat tanggapan dari pemerintah Singapura untuk segera meminta maaf. "Insha Allah dengan kita berada membela orang-orang sholeh, kita akan mendapat keberkahan," tegasnya.
Sementara Koordinator Aksi, Khairudin Ahmad Jais menjawab wartawan mengatakan, bahwa segala tudingan Pemerintah Singapura terhadap UAS sudah diklarifikasi, terutama karena UAS pernah menyatakan terkait bom bunuh diri di Palestina.
Satu Unit Bangunan Rumah Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta
Polemik Memanas: Surat Pemberhentian Gus Yahya Diakui Sah, PBNU Terbelah Sikap
Apalagi, terkait penyebutan kafir bagi non muslim juga telah diluruskan. Terkait orang non-muslim disebut kafir, itu terkait keyakinan umat muslim. Karena ada keyakinan diluar sana orang menyebut Islam sebagai domba sesat," terang Khairudin.
Menurut pihaknya, hal itu bukan masalah karena penjelasan UAS sesuai keyakinan Islam, sehingga pihaknya menginginkan penjelasan dari pihak Singapura.