Cibiran Jadi Cambuk
Jika pengajian KHA bisa bertahan dengan anggota yang sama, bahkan makin bertambah setiap pekan mendengar pengajian ustadz dan ustadzah, bagi Mimi sebuah kebahagian. Namun mengumpulkan banyak orang, untuk sama-sama menuju proses hijrah- sementara pemahaman agama dirinya masih dangkal, tak urung diakui Mimi banyak juga yang memberikan cibiran.
Namun dirinya sadar, berhijrah memang dibutuhkan pengorbanan yang besar dalam prosesnya, apalagi juga mengajak banyak orang. Perlu niat yang bulat. Mimi sadar, berbagai hambatan, rintangan, dan godaan akan sering kali menghampiri dan menguji niat berhijrah.
Bersama SKK Migas dan BPKP, Penentuan Direktur BSP Kini di Tangan Bupati Siak
Aghi Ayo Onam, Harmoni Tradisi dan Kebersamaan yang Terus Hidup di Bangkinang
"Ini tentu bukanlah hal yang mudah, jujur ada teman yang mau dirangkul, ada teman yang menjauh, ada juga yang cuma melihat dari jauh. Ini butuh niat yang ikhlas untuk menjalankannya. Dan kekuatan saya dan teman-teman pendiri KHA lainnya, karena ada dukungan dan bimbingan terus menerus dari ustadz-ustadzah hebat, sekelas Ustadz Somad (UAS).
Niat semakin kuat. Kesadaran pribadi kalau ilmu agama masih sangat dangkal, membuat dirinya pribadi tak malu belajar. Apalagi dilakukan bersama-sama dengan sahabat-sahabat di komunitas, makin semangat belajar. Membuang rasa malu, sok tahu akan pemahaman agama. Malu, jika tak rutin datang kepengajian," ungkap Mimi.