"Maka kami pandang perlu menggandeng seluruh unsur, baik organisasi maupun perorangan untuk bersama menjaga keamanan, khususnya dalam teknologi informasi," katanya.
Dia menjelaskan, SMSI menjadi organisasi pers pertama untuk dilibatkan dalam mengatasi bersoalan ini, dan diharapkan akan bersama menyatukan komitmen memberantas 'hoax'.
"Silaturahmi ini penting, karena hoax telah menjadi masalah yang serius, terlebih jelang Pemilu 2024," katanya.
Tindaklanjuti Surat PWI Riau, Panitia Konferkab Kampar Resmi Terbentuk dan Ini Tugasnya
Bareskrim Polri Bongkar Peran 8 Tersangka Penyelundup 1,3 Ton Ketamin di Perairan Riau
Kombes Aris menjelaskan, pihaknya telah melakukan analisa mendalam yang hasilnya diperkirakan tahun depan tepatnya tahun 2023, kabar atau informasi bohong akan semakin deras membanjiri laman-laman media sosial.
"Saya pikir kita harus belajar dari Pemilu 2019 lalu, dimana informasi hoax telah meninggalkan bekas yang teramat buruk. Sesama anak bangsa terpecah belah dan ini jangan sampai terulang pada Pemilu mendatang (2024)," katanya.