|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Rea
Kerajaan Rambah diperkirakan berdiri sekitar pertengahan abad ke XVII Masehi. Ibukota kerajaan ini awalnya berada di kompleks Sungai Kumpai yang berada di pinggir Sungai Batang Lubuh (Sungai Rokan), di mana lokasi kompleks makam saat ini berada.
Kawasan cagar budaya ini berjarak sekitar 15 menit dari pusat pemerintahan Kabupatn Rokan Hulu, Pasir Pangaraian. Sedangkan dari Pekanbaru, dapat ditempuh sekitar 5 atau 6 jam jika menggunakan kendaraan roda empat.
Kawasan pemakaman yang masih sangat alami ini, beradal di jalur lintasan menuju Kecamatan Tambusai, atau tepatnya di Desa Kumu, Kecamatan Rambah Hilir.
Lantas siapakah sebenarnya raja-raja yang dimakamkan kawasan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya ini? Dalam catatan sejarah, kerajaan ini diperkirakan berdiri sekitar pertengahan abad ke XVII Masehi.
Pemkab Siak Lunasi Utang Hampir Rp200 Miliar, Sisanya Dicicil Hingga 2026
Hari Ini Hotspot di Riau H Sisa 19 Titik
Kerajaan Rambah merupakan salah satu dari lima kerajaan Melayu yang berkembang di daerah Rokan Hulu. Pusat pemerintahannya berada di kompleks Sungai Kumpai, yang berada di pinggiran Sungai Batang Lubuh (Sungai Rokan), di mana lokasi kompleks makam saat ini berada.
Kerajaan di Rokan Tua berawal dari Kerajaan Rokan Tua yang berpusat di Desa Koto Intan, Kecamatan Kunto Darussalam. Akan tetapi kerajaan ini sempat punah setelah mendapat gempuran dari Kerajaan Aru Aceh. Hal yang sama juga dialami Kerajaan Pekaitan dan Kerajaan Batu Hampar yang berada di wilayah Tengah Rokan.