|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Rea
Setelah Kerajaan Rokan Tua, Kerajaan Pekaitan dan Batu Hampar lenyap, munculah tiga kerajaan baru yakni, Kerajaan Kubu dengan ibu negeri Teluk Merbabu, Kerajaan Bangko dengan ibu negeri Bantaian, dan Kerajaan Tanah Putih dengan ibu negeri Tanah Putih. Pusat pemerintahan dari ketiga kerajaan ini berada di bagian hilir, atau yang sekarang dikenal dengan nama Rokan Hilir.
Sedangkan di bagian hulu (Kabupaten Rokan Hulu), muncul lima kerajaan yang diperintah secara turun-temurun oleh bangsawan raja, yakni Kerajaan Tambusai, dengan pusat pemerintahannya di Dalu-dalu, Kerajaan Rambah di Pasirpengaraian, Kerajaan Kepenuhan di Koto Tengah, Kerajaan Kunto Darussalam di Kota Lama, dan Kerajaan Rokan di Rokan IV Koto.
Kerajaan Rambah didirikan oleh putra Mahkota Kerajaan Rambah, atau anak dari Raja yang Dipertuan Tua. Di kutip dari situs pemerintahan Kabupaten Rokan Hulu menyebutkan, kerajaan ini berdiri setelah mendapat
izin Raja Tambusai yang Dipertuan Tua. Raja pertamanya diberi gelar Yang Dipertuan Muda.
Pemkab Siak Lunasi Utang Hampir Rp200 Miliar, Sisanya Dicicil Hingga 2026
Hari Ini Hotspot di Riau H Sisa 19 Titik
Meski tidak ditemukan bukti-bukti yang valid tentang kapan kerajaan ini berdiri, namun pemerintah meyakini, kerajaan sudah ada sejak abad ke-12 atau 13 Masehi. Hal itu diperkuat dengan temuan pada salah satu nisan makam yang bertuliskan huruf arab 1292 tanpa ada tanda Hijriah atau 1871 M, berarti abad 18 atau 19.
Sebaliknya, jika tahun 1292 adalah Masehi, maka diperkirakan kerajaan ini ada sejak abad ke-12 atau 13 Masehi. Hal ini didukung sebagimana tercatat dalam buku “Negara Kartagama” Karangan Prapanca, tahun 1364 M, Syair ke 13, bahwa “Seluruh Pulau Sumatera (Melayu) telah menjadi daerah yang berada di bawah kekuasaan Majapahit yang meliputi Rakan (Rokan). Rokan pada waktu itu telah ada kerajaan, bernama Kerajaan Rokan Tua, dengan pusat kerajaan berada di Koto Intan (sekarang Desa Koto Intan, Kecamatan Kunto Darussalam). Rokan juga disebut dalam Kronik Cina, maupun roteiros (buku-buku panduan laut) Portugis (Marguin 1364 M).