|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL
PEKANBARU - Inflasi Kota Pekanbaru jelang tahun baru 2023 menyentuh angka 6,06 persen. Kondisi ini tercatat masih rendah satu pekan menjelang momen pergantian tahun.
Angka tersebut terbilang masih rendah namun Pemerintah Kota Pekanbaru bakal mengambil langkah antisipasi. Mereka berupaya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar angkanya bisa turun di awal tahun 2023.
"Kalau saat ini inflasi kita di angka 6,06, maka kita berupaya agar angka inflasi bertahan bahkan bisa turun pada awal tahun nanti," ujar Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution.
Langkah Optimis di 2026, PT BSP Awali Silaturahmi dengan Dua Camat
Apel Perdana 2026, Bupati Siak 'Prank' 6 ASN yang Berulang Tahun dengan Apresiasi yang Manis
Dirinya menyadari momen natal dan tahun baru rentan terjadi kenaikan inflasi. Pemerintah kota bersama TPID pun melakukan berbagai upaya guna mengantisipasi kenaikan inflasi.
Indra mengaku ada sejumlah langkah yang dipersiapkan agar inflasi di Kota Pekanbaru bisa terkendali. Ia tidak ingin pada momen akhir tahun ini laju inflasi malam tidak terkendali.
Satu langkah antisipasi yakni tim mengawal jalur distribusi bahan pangan agar pasokan bahan pangan dari luar daerah tidak terhambat. Ia tidak ingin pada momen tahun baru pasokan bahan pangan dari luar daerah malah terhambat.
Harapan SMSI Tahun 2026: Podcast Menjadi Institusi Pers
Bupati Afni Habiskan Akhir Tahun di Dusun Bedeng yang Belum Ada Listrik
Indra menyebut bahwa cabai merah menjadi satu komoditi bahan pangan yang harus diwaspadai kenaikannya. Ia menyebut kenaikan harga cabai merah bisa mempengaruhi inflasi daerah.
Apalagi cabai merah sempat beberapa kali menjadi komoditi penyumbang inflasi di Kota Pekanbaru. Pemerintah kota pun melakukan langkah antisipasi dengan menggagas gerakan menanam cabai di seluruh kecamatan.