POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Nusantara

1,5 Juta Peserta BPJS Kesehatan Berisiko Terkena Penyakit Hipertensi

Rabu, 29 Maret 2023 | 20:58:16 WIB

Editor : Putrajaya | Penulis : Prisma Ardianto

1,5 Juta Peserta BPJS Kesehatan Berisiko Terkena Penyakit Hipertensi
Ilustrasi

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menemukan ada sebanyak 1,5 juta peserta berisiko memiliki penyakit hipertensi di tahun 2022. Dalam screening lanjutan, sebanyak 12% atau sekitar 180 ribu peserta terdiagnosa memiliki penyakit hipertensi.

Temuan itu hasil dari gencarnya BPJS Kesehatan mengembangkan program promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif serta penguatan peran Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Adapun program diimplementasikan melalui upaya Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) mulai skrining riwayat kesehatan, pelayanan penapisan tertentu, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB) yang bekerja sama dengan FKTP.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan, peserta dengan potensi penyakit hipertensi itu ditemukan dari skrining terhadap sebanyak 15,5 juta peserta sepanjang tahun lalu. Langkah ini menjadi bagian menekan penyakit hipertensi, dengan penyediaan layanan yang berkualitas.

Baca :

"Untuk itu, kami menekankan screening riwayat kesehatan ini penting dan harus rutin dilakukan peserta. Kami juga mendorong FKTP juga dapat mengoptimalkan Prolanis dan PRB sebagai salah satu upaya pengendalian penyakit hipertensi ini," ujar Ghufron dalam keterangannya, Rabu (29/3/2023), sperti dikutip situs beritsatucom.

Hipertensi sendiri merupakan kontributor utama terjadinya penyakit jantung, gagal ginjal dan stroke, yang ketiganya masuk dalam kategori penyakit katastropik yang berbiaya tinggi. Terlepas dari promotif dan preventif, hal ini punya relevansi menjaga ketahanan dana jaminan sosial (DJS) agar tidak kembali ke posisi defisit.

Adapun untuk peserta yang terdiagnosa penyakit hipertensi dapat mengikuti Prolanis di FKTP dan akan mendapatkan pelayanan konsultasi kesehatan, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, pelayanan obat, edukasi kesehatan, senam prolanis dan pemantauan status kesehatan. Peserta juga mendapatkan pelayanan obat rutin sesuai ketentuan melalui Program Rujuk Balik. (*)
 

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
politik
DPR Minta Audit Menyeluruh Seluruh Bandara Khusus Usai Polemik IMIP
Jumat, 28 November 2025 | 23:01:00 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
4
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB