|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
“Kita berikan reward setiap bulannya untuk kategori frekuensi siswa yang terbanyak menabung minyak jelantah dan kategori siswa yang paling banyak saldo tabungan minyak jelantahnya,” ujarnya.
Uang tabungan minyak jelantah dapat dicairkan oleh murid menjelang ujian akhir tahun. “Kita tetap memberi motivasi kepada siswa untuk terus mengumpulkan minyak jelantahnya. Kita mulai dari hal yang sederhana saja,” tuturnya.
Sejak dua tahun berjalan, program Bank Jatah telah memiliki kurang lebih 500 orang nasabah, baik dari kalangan ibu rumah tangga, pelajar dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Dalam sebulan, Bank jatah mampu menampung 3 hingga 5 ton minyak jelantah. Dalam sebulan, nasabah dapat mencairkan uang dari tabungan minyak jelantah mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta rupiah tergantung jumlah minyak jelantah yang disetorkan atau ditabung.
Untuk sementara, minyak jelantah yang sudah terkumpul disalurkan kepada distributor untuk dijadikan produk turunan. Minyak goreng bekas ini nantinya dapat diolah menjadi produk bernilai seperti lilin, sabun hingga bahan baku energi alternatif biodiesel.
“Untuk sementara kami belum memiliki produk turunan sendiri karena untuk pembuatan biodiesel tentunya membutuhkan jumlah yang lebih banyak. Namun kami berencana untuk membuat produk turunan lilin aroma terapi. Saat ini masih dalam survei baik dari sisi biaya operasional maupun nilai ekonomisnya,” tuturnya.