|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Setelah sempat dihentikan, kini pemerintah pusat kembali melakukan operasi hujan buatan di wilayah Provinsi Riau. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ini dilakukan dengan menyemai garam di awan potensial yang diharapkan bisa membantu curah hujan di Riau.
Hujan buatan ini diharapkan bisa membantu proses pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta membasahi lahan gambut di Riau agar terhindar dari kebakaran lahan. Apalagi saat ini Provinsi Riau sedang dilanda musim kemarau yang cukup panas dan kering.
"Alhamdulillah kita dapat bantuan TMC kembali untuk tahap kedua, dah sudah dimulai beberapa hari ini," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, Senin (22/5/2023).
Pemkab Siak Gandeng ICEL Review Perizinan Konflik Hutan dan Lahan
Tindakan Tegas, Disnakertrans Riau Gandeng Polda Riau Selesaikan Dugaan Kasus Penahanan Ijazah
Edy menjelaskan, bantuan hujan buatan kali ini diberikan pemerintah pusat melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM).
"Iya, TMC yang kedua dibantu oleh BRGM," ujarnya.
Pihaknya menyampaikan terimakasih kepada BRGM dan BRIN yang telah melaksanakan TMC periode kedua ini. Karena secara umum, lahan gambut di Riau ini relatif kering.
Wabup Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Membangun Lipat Kain dan Kampar Kiri
UKW 53 Digelar di Labuhanbatu, SMSI Gandeng UPDM
"Pada musim hujan lalu sudah ada kejadian lahan gambut yang terbakar dan hujan yang terjadi beberapa hari masih belum cukup untuk memadamkan api secara sempurna," katanya.
Pihaknya berharap agar kegiatan TMC kolaborasi BRIN dan BRGM yang rencananya akan dilaksanakan selama 11 hari, perlu diprioritaskan pada daerah pesisir timur yang didominasi lahan gambut.
Daerah ini juga berbatasan langsung dengan negara tetangga sehingga kemunculan titik api atau bahkan kabut asap di daerah prioritas akan berpotensi menimbulkan sebaran asap ke negara tetangga.
Kejati Gandeng LAM Riau Lakukan MoU Program Restorasi Justice Multiguna
Indosat Ooredoo Hutchison Gandeng Microsoft Akselerasi Transformasi Menjadi TechCo Melalui Pemanfaatan AI
Sebelumnya, BNPB juga telah melaksanakan operasi TMC di Provinsi Riau selama 20 hari dari tanggal 19 April-8 Mei 2023.
Sementara untuk perkembangan terbaru Karhutla di Provinsi Riau, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan titik Karhutla terbaru dari daerah dan tim di lapangan.
Sejumlah wilayah yang sempat dilanda Karhutla seperti di Sinaboi Rokan Hilir, di Pelintung dan Sungai Sembilan Dumai serta di Rupat dilaporkan sudah padam. Hanya tersisa di Teluk Makmur Dumai masih pendinginan.
Gandeng Kanwil DJP, PWI Riau Gelar Edukasi Perpajakan
Indosat Gandeng Huawei, Berkomitmen untuk Memdemokratisasi Digitalisasi di Indonesia
Edy mengungkapkan sebelumnya Karhutla juga sempat di temukan di wilayah Tapung Kampar. Namun sudah berhasil di padamkan petugas.
Melihat kondisi cuaca di Riau yang cukup panas dan kering, Edy mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Karena pada prinsipnya, yang menjaga kampung kita itu adalah kita sendiri," ujarnya. (*)