|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Selain mengajak generasi muda meningkatkan ekonomi, program inkubasi lestari yang digagas ini diharapkan juga dapat menyelesaikan dampak sosial. “Misinya menyelamatkan lahan gambut, namun bisinis-bisnis yang muncul juga bisa menyelesaikan dampak lingkungan,” paparnya.
Peserta lainnya berlatarbelakang petani milenial yakni, Ade Putra Daulay. Dia menyebutkan program RiYoLC sangat selaras dengan kebutuhan generasi muda yang ingin membangun usaha.
"Ini sangat dibutuhkan oleh teman-teman para generasi muda hari ini yang mempunyai semangat tinggi untuk menjadi pelaku usaha. Tentunya harus diimbangi dengan pengetahuan-pengetahuan yang cukup. PHR sudah sangat luar biasa memberikan pendampingan terhadap penyusunan perencanaan bisnis (business plan) yang ada,” tuturnya.
Bupati Siak: Program Seragam Gratis Harus Berdampak Sosial dan Ekonomi
Bupati Pelalawan Serahkan Sertfikat Program Redistribusi Tanah 2025
Bersama kelompoknya, Ade ingin mengembangkan inkubasi usaha di bidang pertanian bagi anak muda. “Kita sudah mempunyai inkubator wirausaha itu di Kelurahan Tebing Tinggi, Okura di sektor pertanian bersama teman-teman, kita akan kembangkan lebih baik lagi ke depannya untuk meningkatkan angka wirasausaha mencapai angka 4 persen. Dengan ada kegiatan ini, kita mendapatkan masukan-masukan yang luar biasa untuk pembenahan dari inkubator yang sudah ada hari ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, benar-benar mampu melahirkan generasi muda menjadi pelaku usaha di sektor pertanian di Provinsi Riau ini,” jelasnya.
Program RiYoLC merupakan ajang kolaborasi PHR dengan tokoh-tokoh muda untuk melahirkan ide-ide dan pemikiran kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat Riau. Melalui pertemuan ini, peserta diharapkan dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman sehingga bisa membuka cakrawala dan cara pandang untuk kemajuan bersama.