|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengakui, memiliki kedekatan dengan pimpinan pondok pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang. Namun, kedekatannya dengan Panji disebutnya hanya sebatas komunikasi politik dan publik.
"Emang kenapa? Ga boleh apa deket? Ya biasa aja. Kan kita itu harus pandai membangun. Apalagi tugasnya kepala KSP harus pandai berkomunikasi dengan siapapun. Kan gitu. Konteksnya komunikasi politik, komunikasi publik dst," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/6/2023).
Karena itu, Moeldoko pun meminta, agar kedekatannya dengan pimpinan ponpes Al-Zaytun itu tidak diartikan lain. Menurutnya, semakin ia dekat dengan Panji Gumilang, maka bisa semakin mengetahui apa yang dilakukan Panji.
Dua Kepala Daerah Terjaring OTT KPK, Isu Afiliasi Politik Ikut Mengemuka
821 Guru Incar Jabatan Kepala Sekolah Tingkat SLTA
"Jadi jangan terus diartikan macam-macam. Dan semakin saya bisa dekat dengan Pak Panji Gumilang kan saya bisa makin melihat apa yang dia akan lakukan," kata Moeldoko.
Moeldoko sendiri mengaku, pernah dua kali diundang ke Ponpes Al-Zaytun untuk memberikan ceramah kebangsaan. Namun saat itu, dia menilai, norma-norma kebangsaan di ponpes Al-Zaytun masih berjalan baik.
"Ya kan kita nggak ngerti apa yang terjadi secara utuh di dalam. Tapi yang saya lihat bahwa norma-norma apa itu, kebangsaan itu berjalan di sana. Lagu Indonesia Raya itu selalu dinyanyikan. Gitu. Jadi kesehariannya kan aku dari situ. Tapi secara aku hanya melihat bahwa nilai-nilai kebangsaan, Pancasila dst selalu dibicarakan di sana," ujar dia.
Jaksa Agung Tegaskan Komitmen Antikorupsi Saat Lantik 17 Kepala Kejati Baru
Divonis 5,5 Tahun, Risnandar Ingat Kasusnya Dijadikan Pelajaran oleh Kepala Daerah
Moeldoko juga mengaku, tak mengetahui apakah ada penyimpangan ajaran di ponpes tersebut. Menurut dia, perlu dilakukan pendalaman untuk mengetahui secara utuh paham yang diajarkan ponpes Al-Zaytun.
"Bahwa kalau persoalan itu kan perlu ada pendalaman. Harus ditongkrongin di sana, melihat kesehariannya seperti apa. Kalau hanya sekilas kan saya engga ngerti. Bagaimana yang sesungguhnya itu apa," kata dia.
Dia menyebut, ada lembaga sendiri seperti MUI untuk melakukan penindakan jika ada penyimpangan ajaran ideologi di ponpes Al-Zaytun. Selain itu, dia juga meminta, agar kontroversi ini tidak dibiarkan berlarut-larut sehingga ribuan anak didik di ponpes tersebut bisa mendapatkan kepastian. (*)