|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Republika
SURABAYA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan keterangan kepada wartawan di Surabaya pada tanggal 8 Agustus 2023.
Dalam pernyataannya, ia mengangkat isu politik uang, kecurangan, dan penyebaran hoaks atau berita bohong yang berpotensi muncul selama penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Menurut Mahfud MD, tiga isu tersebut memiliki kerawanan yang tidak hanya dapat merusak persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat mengurangi partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024.
Sorotin Keterlambatan, Bupati Siak Minta Gaji Pegawai Pemkab Dibayar Tepat Waktu
Manuver Kapolri di Persimpangan Reformasi Polri
"Ketika kita berbicara tentang kerawanan, lokasi bukanlah faktor penentu. Tidak ada daerah yang lebih rentan daripada yang lain. Namun, jika kita membahas kerawanan dari segi isu, seperti politik uang, kecurangan, dan terutama penyebaran hoaks atau berita palsu, maka fokus perlunya antisipasi harus diarahkan pada hal-hal tersebut," jelas Mahfud MD.
Namun, Menko Mahfud menegaskan bahwa secara keseluruhan, Indonesia telah siap untuk menyelenggarakan Pemilu 2024. Ia mendorong masyarakat untuk dengan optimis menyambut dan mendukung acara demokrasi lima tahunan tersebut.
Selain itu, Menko Mahfud juga merasa penting untuk melakukan sosialisasi, terutama di daerah-daerah dengan populasi padat di seluruh Tanah Air. Salah satu upaya yang dilakukannya adalah dengan mengadakan forum diskusi dengan tema "Mewujudkan Pemilu Bersih" di Surabaya pada Selasa pagi.
Mahfud MD: Polisi Kehilangan Budaya Pengabdian, Reformasi Harus Menyentuh Kultur
Bupati Siak Soroti Dana PI 10% dari PHR, Warga Wilayah Kerjanya Minas Kesulitan Air Bersih
"Ketika kita merenungkan masa lalu, muncul kekhawatiran besar tentang apakah masyarakat akan berpartisipasi. Namun, ternyata tingkat partisipasi dalam Pemilu di Indonesia, terutama yang terlihat dari pemilihan kepala daerah atau Pilkada tahun 2020, bukan hanya tertinggi dalam sejarah Indonesia, tetapi juga tertinggi di seluruh dunia," tambahnya seperti dikutip republika.
Mahfud juga membeberkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dalam Pilkada tahun 2020 mencapai 73 persen.
"Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah, yang belum pernah dicapai oleh negara manapun di dunia," tegasnya.
Riau Diduga Kehilangan Ratusan Miliar dari PSDH, DPRD Soroti Dua Raksasa Pulp
Ekspor Riau Terancam, Gubernur Wahid Soroti Dampak Tarif Impor AS
Menko Mahfud MD yakin bahwa partisipasi masyarakat Indonesia dalam Pemilu 2024 dapat ditingkatkan lagi jika langkah-langkah untuk mengatasi politik uang, kecurangan, dan penyebaran hoaks dilakukan dengan meningkatkan kesadaran individu masing-masing. *