|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Alfian Mallarangeng, mengumumkan dua keputusan penting hasil rapat tersebut dalam konferensi pers di kediaman Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada hari yang sama.
"Anda pertama, Partai Demokrat mencabut dukungan untuk Saudara Anies Baswedan sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2024. Anda kedua, Partai Demokrat tidak akan lagi menjadi bagian dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) karena telah terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya," kata Andi Mallarangeng saat mengumumkan hasil rapat tersebut.
Sidang dimulai dengan SBY menyampaikan fakta-fakta terkait tindakan sepihak Partai NasDem dan Anies, yang disampaikan oleh Iftitah Sulaiman sebagai utusan Partai Demokrat di Tim 8 Koalisi Perubahan.
DPR Resmi Larang Menteri Rangkap Jabatan di BUMN, Kementerian BUMN Siap Turun Status!
Revisi UU BUMN Siap Tegakkan Putusan MK, Larangan Rangkap Jabatan Wamen Jadi Sorotan
SBY kemudian memberikan arahan kepada pengurus, kader, dan anggota Sidang Majelis Tinggi. Dalam arahannya, SBY meminta agar kader Partai Demokrat tetap tenang dan optimistis dalam mencari solusi terbaik untuk Pemilihan Presiden 2024.
Sebelumnya, pada 31 Agustus lalu, Partai Demokrat mengumumkan bahwa Partai NasDem telah mengambil keputusan sepihak untuk menjalin kerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menetapkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, sebagai pendamping calon presiden Anies Baswedan.