|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Bendahara Umum (Bendum) Partai NasDem, Ahmad Sahroni, akan mengajukan laporan ke Bareskrim Mabes Polri terhadap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dengan tuduhan menyebarkan berita hoaks atau informasi palsu terkait duet calon presiden-calon wakil presiden Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar.
Rencananya, Ahmad Sahroni berencana melaporkan SBY pada hari Senin, 4 September 2023, sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh sumber terdekat dengan Ahmad Sahroni yang dihubungi oleh Tempo. "Betul," kata sumber tersebut pada Senin, 4 September 2023.
Pelaporan ini tampaknya dipicu oleh pidato SBY dalam Majelis Tinggi Partai Demokrat, di mana SBY menyebut tindakan politik Partai NasDem dalam mendukung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, sebagai calon wakil presiden bersama Anies Baswedan sebagai upaya untuk merugikan Partai Demokrat.
DPR Resmi Larang Menteri Rangkap Jabatan di BUMN, Kementerian BUMN Siap Turun Status!
Revisi UU BUMN Siap Tegakkan Putusan MK, Larangan Rangkap Jabatan Wamen Jadi Sorotan
SBY kemudian mengatakan bahwa Partai Demokrat seakan-akan diselamatkan dengan tindakan meninggalkannya oleh Anies dan NasDem. SBY mengungkapkan bahwa penyelamatan Partai Demokrat terjadi saat ini, bukan pada saat pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Bayangkan jika kita ditinggalkan, satu atau dua hari sebelum batas pendaftaran ke KPU. Bagaimana kondisinya? Kita masih mendapat pertolongan dari Allah, diselamatkan oleh sejarah. Ini adalah syukur pertama," ujar SBY dalam pidatonya dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat di Cikeas, Bogor, yang disiarkan melalui kanal YouTube Partai Demokrat pada Jumat, 31 Agustus 2023.
Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Alfian Mallarangeng, mengumumkan dua keputusan penting hasil rapat tersebut dalam konferensi pers di kediaman Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada hari yang sama.
Kapolri Gercep! Tim Reformasi Polri Dibentuk Sebelum Komisi Presiden Disahkan
Wabup Kampar Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Jalan Ahmad Yani
"Anda pertama, Partai Demokrat mencabut dukungan untuk Saudara Anies Baswedan sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2024. Anda kedua, Partai Demokrat tidak akan lagi menjadi bagian dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) karena telah terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya," kata Andi Mallarangeng saat mengumumkan hasil rapat tersebut.
Sidang dimulai dengan SBY menyampaikan fakta-fakta terkait tindakan sepihak Partai NasDem dan Anies, yang disampaikan oleh Iftitah Sulaiman sebagai utusan Partai Demokrat di Tim 8 Koalisi Perubahan.
SBY kemudian memberikan arahan kepada pengurus, kader, dan anggota Sidang Majelis Tinggi. Dalam arahannya, SBY meminta agar kader Partai Demokrat tetap tenang dan optimistis dalam mencari solusi terbaik untuk Pemilihan Presiden 2024.
Sebelumnya, pada 31 Agustus lalu, Partai Demokrat mengumumkan bahwa Partai NasDem telah mengambil keputusan sepihak untuk menjalin kerja sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menetapkan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, sebagai pendamping calon presiden Anies Baswedan.
Sumber: Tempo