|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Febrian Fachri
SiPongi yang dikembangkan Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK merupakan rujukan utama informasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Informasi Sipongi menjadi dasar untuk mencegah terjadinya karhutla melalui deteksi dini hotspot/titik panas, serta menjadi sumber informasi paling valid untuk ditindaklanjuti.
"Ada lima titik api di Pessel. Satu terkonfirmasi," kata Yozawardi.
Ia menyebut besok, Selasa (5/9/2023) akan ada tim Dinas Kehutanan Sumbar yang akan turun ke lapangan untuk memantau dan memastikan titik panas yang terdeteksi SiPongi. Yozawardi tidak mau memastikan titik panas yang terdeteksi oleh Dinas Kehutanan tersebut adalah kebakaran hutan dan lahan yang kini menyebabkan penurunan kualitas udara di Kota Padang dan sekitarnya.
Suhu Udara Siang Hari di Riau Panas, BMKG: Bisa Capai 36 Derajat Celcius
Pemkab Siak dan Ombudsman Sepakat Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
"Yang jelas dalam seminggu terakhir, tidak ada titik api yang terpantau menjadi kebakaran di Sumbar. Baru hari ini terkonfirmasi terjadi di Pessel. Itupun belum akan mempengaruhi Sumbar secara umum. Kita juga belum bisa memastikan apakah menurunnya kualitas udara di Padang hari ini berasal dari asap kiriman karhutla provinsi tetangga," ucap Yozawardi.
Kemarin diberitakan berdasarkan data Stasiun AQMS di Padang, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Padang berada di kategori sedang. Tercatat parameter kualitas udara di angka PM2,5 sejak tanggal 30 Agustus 2023.