|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Febrian Fachri
PADANG - Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Yasir Prayuna mengatakan pada Senin (49/2023) tercatat sebanyak 609 titik panas terpantau di Pulau Sumatra. Menurut Yasir, meskipun terjadi penurunan dibanding hari kemarin, jumlah ini masih termasuk tinggi dan memerlukan perhatian serius.
"Dalam data ini, Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 343 titik panas," kata Yasir Prayuna, Senin (4/9/2023).
Selain itu, ada beberapa provinsi lainnya yang juga masih rentan dan perlu waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) karena muncul hotspot di wilayahnya. Yakni Lampung terpantau muncul 81 titik panas, Jambi 69 titik, Bangka Belitung 67 titik, Sumatera Barat 19 titik, Bengkulu 17 titik, Kepulauan Riau 3 titik, dan Riau 10 titik.
Suhu Udara Siang Hari di Riau Panas, BMKG: Bisa Capai 36 Derajat Celcius
Pemkab Siak dan Ombudsman Sepakat Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
"Di Riau muncul 10 titik panas yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kampar 2 titik, serta Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masing-masing dengan 4 titik panas," ucap Yasir.
Ia berharap baik itu pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat waspada dan meningkatkan upaya-upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla, mengingat masih ada titik panas yang terpantau di wilayah mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar Yozarwardi mengatakan, pihaknya mendeteksi ada lima titik api di perbatasan Kabupaten Pesisir Selatan dan Provinsi Bengkulu. Hal itu menurut Yozawardi terdeteksi melalui Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan yang Berbasis Aplikasi dan Web (SiPongi).