|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Republika
AMIZMIZ – Tim penyelamat terus berjuang untuk mengangkat korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa bumi di Maroko. Korban jiwa juga terus bertambah akibat gempa yang melanda pada Jumat (8/9/2023) malam tersebut.
Stasiun televisi pemerintah yang mengutip data dari Kementerian Dalam Negeri, Sabtu (9/9/2023), melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa berkekuatan 6,8 magnitude tersebut telah mencapai angka 1.037 orang.
Sebagian besar korban tewas tercatat di kota Marrakech dan lima provinsi terdekat dengan pusat gempa. Selain korban jiwa, sekitar 1.204 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan 721 di antaranya dalam kondisi kritis. Tim penyelamat terus bekerja tanpa henti, mencari penyintas di tengah kegelapan, debu, dan reruntuhan bangunan.
Jaket Desain Khusus Bupati Siak Terjual Rp8 Juta, Donasi Korban Bencana Sumatera Tembus Miliaran Rupiah
Donasi Rakyat Siak Rp1,3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Mereka menggunakan palu dan kapak untuk menyelamatkan korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan berlantai dua. Orang-orang di sekitar lokasi memberikan air melalui celah-celah reruntuhan bangunan yang roboh, menunjukkan solidaritas dalam situasi yang sulit ini.
Di Desa Amizmiz, yang terletak sekitar 60 km di selatan Marrakech, tim penyelamat bekerja keras untuk mengangkat puing-puing reruntuhan bangunan yang runtuh akibat gempa. Salah seorang warga, Mohamed Azaw, berbicara tentang pengalamannya.
Ketika dia merasakan tanah berguncang di bawah kakinya dan rumahnya bergoyang, dia segera berusaha menyelamatkan anak-anaknya dengan membawanya keluar dari rumah. Sayangnya, beberapa tetangganya tidak bisa melakukannya. "Tak satupun ditemukan selamat di keluarga tersebut," katanya.
Puluhan Truk dari Siak Bertolak untuk Korban Bencana Sumatera
SKK Migas Sumbagut dan PT BSP Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Banjir di Sumbar
Azaw mengungkapkan bahwa ayah dan anak laki-lakinya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, sementara ibu dan anak perempuannya masih dalam pencarian. Terlihat sekitar 20 orang, termasuk petugas pemadam kebakaran dan anggota tentara, berada di atas reruntuhan rumah di Amizmiz. Mereka berupaya keras untuk mengangkat puing-puing bangunan guna menemukan korban yang mungkin masih tertimbun di bawahnya.
Televisi yang melaporkan kondisi di Moulay Ibrahim, yang terletak sekitar 40 km di sebelah selatan Marrakech, menunjukkan puluhan rumah di lereng pegunungan yang roboh akibat gempa tersebut. (*)