|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : can/arh
LinkedIn mengatakan bahwa hal ini menunjukkan para profesional siap untuk menerima kemungkinan adanya tenaga kerja campuran di masa depan, di mana manusia dan AI bekerja berdampingan.
Pakar Karier dan Kepala Editorial, Asia Pasifik di LinkedIn Pooja Chhabria mengatakan perkembangan AI telah membuka jalan bagi para profesional di Asia Tenggara, untuk bekerja dengan cara yang berbeda dengan keterlibatan AI.
"Perkembangan AI, terutama AI generatif, telah mengubah cara pandang para profesional terhadap cara bekerja di masa depan," kata dia kepada Mashable Asia Tenggara.
Borok BUMD Riau Terungkap, Eks Direksi PT SPR Diduga Tilep Rp33 Miliar!
Kejati Kepri Geledah Kantor Jasa Kapal Batam, Ungkap Dugaan Korupsi Rp4,4 Miliar
"Meskipun untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan ini bisa jadi cukup menantang, para profesional di Asia Tenggara menyambut baik kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan oleh AI, baik untuk mempermudah pekerjaan mereka, maupun untuk memajukan karier mereka," ujarnya.
Para profesional Indonesia mendapatkan skor tertinggi (55 persen) dalam hal mempelajari keterampilan baru setelah AI membantu menghemat waktu mereka di tempat kerja.