|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
MOSKOW - Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, pada hari Minggu (1/10/2023) menyatakan bahwa, setiap tentara Inggris yang terlibat dalam pelatihan pasukan Ukraina di zona konflik akan menjadi target yang sah bagi Rusia.
Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Rusia dan dikenal sebagai tokoh yang sangat keras dan anti-Barat, berbicara tentang dampak negatif dari kegiatan pelatihan semacam itu yang bisa meningkatkan ketegangan dan meningkatkan risiko terjadinya konflik yang lebih besar, bahkan bisa membawa Perang Dunia Ketiga semakin mendekat.
Dalam sebuah kiriman di platform Telegram, Medvedev mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap rencana Menteri Pertahanan Inggris, Grant Shapps, yang menyatakan niatnya untuk mengirim instruktur militer ke Ukraina, selain dari melatih angkatan bersenjata Ukraina di Inggris atau negara-negara Barat lainnya, seperti yang sedang berlangsung saat ini.
Dugaan SPPD Fiktif di PUPR Pelalawan Menguat, Negara Berpotensi Rugi Rp270 Juta
BMKG Pekanbaru Prakirakan Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Hujan Lebat
"Kehadiran instruktur militer Inggris di sana akan menjadikan mereka sebagai target yang sah bagi angkatan bersenjata kami. Mereka harus memahami bahwa kami akan menanggapinya dengan tindakan tegas, bukan sebagai tentara bayaran, melainkan sebagai anggota spesialis NATO dari Inggris," tulis Medvedev dalam pesannya di Telegram.
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, memberikan tanggapan terhadap pernyataan Shapps pada hari Minggu, dengan menjelaskan bahwa saat ini tidak ada rencana yang konkrit untuk mengirim instruktur militer ke Ukraina.
"Yang dikatakan oleh Menteri Pertahanan adalah bahwa mungkin suatu hari nanti kita akan melaksanakan pelatihan di Ukraina, tetapi itu adalah rencana jangka panjang, bukan rencana saat ini. Tidak ada tentara Inggris yang akan dikerahkan untuk berperang dalam konflik yang berlangsung saat ini," kata Sunak kepada wartawan dalam konferensi tahunan Partai Konservatif di Manchester.
Prabowo: Kolonial Belanda-Inggris Sebabkan Konflik dengan Malaysia
Riau Diprediksi Berpotensi Hujan Lokal Sepanjang Hari
Selain itu, Medvedev juga menyalahkan upaya dari pihak-pihak di Jerman yang ingin memasok rudal jelajah Taurus ke Ukraina, rudal ini memiliki potensi untuk menyerang wilayah Rusia dan dapat membatasi pasokan militer Rusia.
"Mereka berpendapat bahwa langkah ini sesuai dengan hukum internasional. Dalam hal ini, kita perlu diingat bahwa serangan terhadap pabrik-pabrik di Jerman tempat rudal-rudal tersebut diproduksi juga akan dianggap sesuai dengan hukum internasional," ujar Medvedev.
"Langkah-langkah yang diambil oleh mereka yang berpikiran kurang bijak ini aktif mendorong kita menuju Perang Dunia Ketiga," tambahnya, mengulangi peringatan serupa yang telah dia sampaikan sebelumnya. Pada bulan Juli, dia mengatakan bahwa tindakan Barat yang "sangat tidak rasional" hanya akan membuat Perang Dunia Ketiga semakin mendekat.
Brigade Al-Quds Lumpuhkan Puluhan Tentara Israel di Shujaiya
Biadab, Tentara Israel Bunuh Influencer Cilik Yaqeen Hammad di Gaza
Sumber: Republika