|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
FRANKFURT - Inflasi terus meroket di Jerman, dan semakin banyak warga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup, demikian dilaporkan dalam sebuah survei yang dirilis pada Senin (9/10).
Dari 2.059 responden yang ikut dalam survei yang dilakukan oleh lembaga riset pasar Inggris, YouGov, atas nama Postbank, sebanyak 17,2 persen di antara mereka mengakui kesulitan membayar biaya hidup akibat inflasi yang tinggi.
Menurut laporan media setempat, rumah tangga dengan pendapatan rendah mengalami beban paling berat dalam menghadapi krisis biaya hidup.
Bupati Siak Rangkul Lawan Politiknya, Afni: Kami Sudah Move On
HUT ke-12 Tahun, BSP Zapin Terus Tumbuh dan Memberikan Manfaat Nyata bagi Lingkungan Sekitar
Kesulitan finansial juga dirasakan oleh kalangan kelas menengah, di mana beberapa di antara mereka bahkan menjadi pengunjung tetap di bank makanan.
Perkiraan awal mengindikasikan bahwa inflasi di Jerman pada bulan September menurun menjadi 4,5 persen, mencapai level terendah sejak Februari 2022.
Kemiskinan di Jerman telah meningkat dengan cepat seiring dengan dampak pandemi dan inflasi. Laporan yang dirilis oleh Asosiasi Kesejahteraan Paritas Jerman (German Parity Welfare Association) pada bulan Maret mengungkapkan bahwa anak-anak dan remaja di Jerman kini semakin rentan terhadap kemiskinan, dengan lebih dari 20 persen di antara mereka terkena dampaknya. Selain itu, 18,2 persen pensiunan juga tergolong dalam kategori miskin.
Produksi PT BSP di West Area Meningkat, Program Sosial Terus Ditingkatkan
Tim Satgas PKH Terus Berlanjut Sampai Kawasan Hutan Kembali ke Negara
Sementara perkiraan awal menunjukkan bahwa inflasi di Jerman pada bulan September mencapai 4,5 persen, mencapai level terendah sejak Februari 2022, harga pangan dan energi tetap tinggi. Pada bulan Agustus, harga pangan meningkat sebanyak 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan harga energi naik sebesar 8,3 persen, menurut data dari Kantor Statistik Jerman. *
Sumber: Antaranews