|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE/RIN
PEKANBARU - Dalam rangka mencegah penularan penyakit HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), sebanyak 20 orang warga binaan Lembaga Pemasyaraktan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mengikuti voluntary counselling and testing (VCT) dan pemeriksaan kesehatan (skrining).
Kegiatan ini sebagai salah satu upaya deteksi dini sekaligus pemenuhan hak warga binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik, Selasa (31/10).
Kegiatan skrining HIV/AIDS dan IMS ini dilakukan dengan cara mengambil sample darah dari warga binaan oleh tim medis Lapas Kelas IIA Pekanbaru bekerja sama dengan tim medis dari Puskesmas Sapta Taruna kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru.
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Sistem Cegah Kebakaran Gambut berbasis IoT Menang Inovasi Lestari di Siak
Kemudian bagi warga binaan dengan hasil skrining positif langsung diarahkan untuk menjalankan metode perawatan Care Support Treatment (CST).
CST adalah perawatan yang melibatkan suatu jejaring sumberdaya dan pelayanan serta dukungan secara holistik, komprehensif dan luas untuk ODHA (Orang Dengan HIV Aids).