HOME / Pasar

Terindikasi Curangi BBM Subsidi, Pertamina Blokir 232 Ribu Kendaraan

Rabu, 22 November 2023 | 18:48:21 WIB
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : pta/sfr
Terindikasi Curangi BBM Subsidi, Pertamina Blokir 232 Ribu Kendaraan - Pekanbaruexpress
Pertamina memblokir 232 ribu kendaraan lantaran terindikasi menyalahgunakan BBM bersubsidi.

JAKARTA -- PT Pertamina Patra Niaga memblokir 232 ribu kendaraan lantaran terindikasi menyalahgunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Hingga saat ini Pertamina telah memblokir hampir 232 ribu kendaraan se-Indonesia karena ketidakcocokan data antara di My Pertamina dengan di Korlantas Polri maupun di Samsat," kata Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan di Padang, Sumatera Barat, dikutip CNNindonesia dari Antara, Rabu (22/11).

Ia menuturkan ada konsumen nakal yang menggunakan aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan BBM bersubsidi dengan cara memasukkan data yang berbeda.

Riva memastikan pengawasan dan peningkatan layanan akan terus dilakukan, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) OIa2024.

Baca :


Ia juga menyebut penerapan sistem QR code atau kode batang kepada konsumen yang membeli BBM di stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) akan terus dimaksimalkan.

"Jika datanya terindikasi tidak cocok, langsung diblokir," ucapnya.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
hukum
Menantu Dalangi Perampokan dan Pembunuhan Nenek di Pekanbaru
Minggu, 3 Mei 2026 | 16:01:56 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB

Artikel Popular
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB