|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : Moli Wahyuni/*
Dikatakan Raja Isyam Azwar, PWI adalah organisasi profesi. Di dalamnya berkumpul para wartawan. PWI bukan tempat berkumpul pemilik media. Bukan pula organisasi perusahaan pers. Di PWI, wartawan PWI diwajibkan berintegritas dan kompeten. Hal-hal menyangkut kompetensi dan integritas inilah yang masih banyak kelemahan dan perlu perbaikan-perbaikan.
"Karenanya, kami mendorong agar PWI Kabupaten terus meningkatkan kualitas kemitraan dengan pemerintah daerah. Termasuk didalamnya, bagaimana supaya Pemkab Kampar bisa memfasilitasi terselenggaranya UKW dan SJI secara mandiri di tingkat kabupaten. Sehingga para wartawan di daerah bisa terbantu dalam meningkatkan level kompetensi dan profesionalitasnya," sebut Raja Isyam Azwar.
Wartawan Pasti Masuk Surga
Perkuat Kinerja Organisasi, Imigrasi Pekanbaru Lantik Pejabat Baru
Usai Dilantik, Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Pekanbaru Bergerak Galang Bantuan Bencana Sumatera
Sebenarnya, tegas Raja Isyam Azwar, wartawan ini profesi yang boleh dijamin masuk surga. Wartawan pasti masuk surga. Tapi itu, berlaku bagi yang ingin saja. Sebab, menjadi wartawan PWI ini azasnya adalah Pancasila. Itu wajib azas, dan wartawan PWI wajib Berketuhanan Yang Maha Esa. Tak boleh atheis.
"Jadi, Kalau sudah Berketuhanan Yang Masa Esa, tentu harus menjalankan profesi sesuai ajaran agamanya. Seperti dalam Islam, berita tidak boleh hoax. HOAX DAN FITNAH dilarang dalam Islam. Kita harus tabayyun, cek dan ricek untuk terhindar dari fitnah berita. Menurut Islam fitnah dan hoax itu, masuk ketegori pekerjaan orang yang fasik," tegasnya.
Hebatnya lagi, sambung Raja Isyam Azwar, jangankan soal sogok-menyogok, rasuah, gertak-menggertak atau peras-memeras, bagi wartawan PWI berprasangka buruk pun dilarang dalam membuat berita