|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : Sur/CNN
JAKARTA-- Greenpeace menilai pemeliharaan hutan lebih penting untuk diprioritaskan ketimbang penerapan teknologi Carbon Capture & Storage (CCS) di Indonesia.
Menurut Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, penerapan teknologi untuk memitigasi pemanasan global mengurangi emisi CO2 ke atmosfer itu tidak efektif karena mahal dan berbahaya.
"Untuk konteks di Indonesia, daripada mahal dan risiko bahayanya tinggi, akan lebih baik untuk digunakan dalam pemeliharaan hutan di Indonesia," ujar Iqbal seperti dikutip dari kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (23/12).
Iqbal menyebut hutan adalah CCS alami. Selain itu ada mangrove dan gambut yang bisa menangkap emisi secara alami.
Di desak Mundur, Raja Juli Dinilai Tak Punya Kompetensi Kehutanan
Nusron Wahid: Pembabatan Hutan Tanpa Tata Ruang Jadi Pemicu Banjir Besar di Sumatra
Karena itu Iqbal melihat Indonesia lebih perlu untuk menempatkan prioritas pemeliharaan hutan ketimbang harus menerapkan teknologi CCS yang tidak efektif dan punya potensi bahaya itu.
Iqbal merujuk kepada diskusi para pemimpin internasional saat menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2023 atau Conference of the Parties (COP) 28 di Dubai, Uni Emirat Arab, awal Desember lalu.