|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Moli Wahyuni | Penulis : Advetorial
BANGKINANG- Dalam upaya memastikan penyelenggaraan Pemilu 2024 berjalan aman dan lancar, Penjabat (Pj) Bupati Kampar, Hambali, melakukan monitoring persiapan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024 di desa Petapahan dan Desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung.

Dalam monitoring ini Pj Bupati Kampar diidampingi oleh Camat Tapung Sofiandi dan PPK Kecamatan Tapung Rusdianto serta Forkopincam Tapung. Selain meninjau TPS-TPS juga meninjau gudang logistik Pemilu.
Bupati Afni Mesti "Nyinyir' Uang Siak di Pusat Tembus Setengah Triliun
Bupati Siak Rangkul Lawan Politiknya, Afni: Kami Sudah Move On
Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Kampar mengatakan monitoring ini dilakukan untuk memantau kesiapan pelaksanaan pilpres dan pileg serta memastikan partisipasi aktif dari penyelenggara pemilu dan peserta pemilu untuk mensukseskan pemilu tahun 2024 yang akan dilaksanakan besok pagi (14 Februari 2024).
“Monitoring ini juga dilakukan untuk memantau keamanan dan ketertiban menjelang pemilu. Kita harus tetap waspada terhadap potensi-potensi yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi ini,” kata Hambali.
Hambali juga berpesan kepada masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial, hindari berita Hoaks dan ujaran kebencian, politisasi suku, agama dan ras yang dapat memecah belah kerukunan dan menimbulkan konflik.
Bupati Zukri Tinjau Progres Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Terantang Manuk
Bupati Pelalawan Terima Bantuan Bencana Sumatera dari Kwarcab Gerakan Pramuka 0411
“Khusus kepada para ASN saya minta agar tidak terlibat politik praktis dan tetap menjaga prinsip netralitas dan integritas ASN,” lanjut Pj Bupati Kampar.
Sementara itu,Camat Tapung Sofiandi saat diminta konfirmasi terkait TPS dan DPT mengatakan ada 305 TPS yang tersebar di seluruh Kecamatan Tapung dengan 74.073 DPT.
Sedangkan PPK Kecamatan Tapung juga menyampaikan beberapa kendala diantaranya tidak berjalannya aplikasi Pemilu, baik pada Aplikasi persiapan dan Aplikasi SiRekap yang nantinya dipergunakan dan mau tidak mau penghitungan kembali kepada sistem manual. dan kendala ini terjadi untuk seluruh Indonesia.
Pasca Kantor Bupati Inhil Terbakar, Anggota DPRD Riau Minta PLN Upgrade Instalasi
Bupati Pelalawan Serahkan Sertfikat Program Redistribusi Tanah 2025