|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Des
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menepis tudingan komunitas keamanan siber Cyberity yang menyebutkan bahwa server KPU berada di luar negeri, seperti China, Singapura, dan Prancis. Menurut mereka, situs Sirekap memiliki tingkat keamanan yang sangat kuat untuk melindungi data pribadi masyarakat.
Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos menjelaskan, saat ini situs KPU menggunakan Content Delivery Network (CDN) yang tersebar di berbagai wilayah, yang memungkinkan waktu pemuatan situs menjadi lebih cepat meskipun server pusatnya berada di daerah yang jauh.
"Lokasi penyimpanan data seluruhnya berada di Indonesia. Tidak ada data yang disimpan di negara lain," ungkap Betty di Jakarta pada Senin malam.
Indosat Memperkuat Kialitas dan Keamanan Jaringan du Kepulauan Riau
Polisi Bingung Siapa Bjorka yang Asli
Betty menjelaskan, bahwa Sirekap yang digunakan untuk pertama kalinya dalam Pemilu 2024 ini didukung oleh layanan Content Delivery Network (CDN) yang berfungsi sebagai loket-loket yang tersebar di seluruh dunia.
Hal ini dikarenakan Sirekap diakses oleh banyak orang dan mengalami traffic yang sangat tinggi. Hanya dalam periode 14-19 Februari, Sirekap diakses sebanyak 648.307.624 kali.
“Untuk memenuhi kebutuhan Sirekap, diperlukan cloud server yang handal, memiliki skalabilitas yang tinggi, dan memiliki sistem keamanan yang kuat. Implementasi cloud server ini memperhatikan regulasi yang berlaku dan perlindungan data pribadi,” jelas Betty.
Susno Duadji: Reformasi Polri Percuma Jika Pucuk Pimpinan Tak Diganti Total
Rapat Pemda Kini Boleh di Hotel, Mendagri Klaim Restu Prabowo
Betty menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses portal publikasi Sirekap yang akan diarahkan ke CDN. Dengan demikian, website tersebut memiliki kinerja yang lebih cepat dan aman.
Dari segi keamanan, Sirekap dilindungi oleh Web Application Firewall (WAF) dan anti-DDoS yang dapat membersihkan traffic dan memberikan perlindungan saat terjadi akses yang sangat tinggi secara bersamaan ke aplikasi.
“Cloud menggunakan teknologi IP yang menggunakan anycast IP dan terdaftar di Singapura. Hal ini dilakukan karena serangan DDoS tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di luar negeri,” katanya. *