POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Nusantara

Bantah Tudingan Komunitas Keamanan Siber 

KPU Klaim Keamanan Situs Sirekap Sangat Kuat 

Selasa, 20 Februari 2024 | 20:10:00 WIB

Editor : Putrajaya | Penulis : Des

KPU Klaim Keamanan Situs Sirekap Sangat Kuat 
Ilusttrasi

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menepis tudingan komunitas keamanan siber Cyberity yang menyebutkan bahwa server KPU berada di luar negeri, seperti China, Singapura, dan Prancis. Menurut mereka, situs Sirekap memiliki tingkat keamanan yang sangat kuat untuk melindungi data pribadi masyarakat.

Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos menjelaskan, saat ini situs KPU menggunakan Content Delivery Network (CDN) yang tersebar di berbagai wilayah, yang memungkinkan waktu pemuatan situs menjadi lebih cepat meskipun server pusatnya berada di daerah yang jauh.

"Lokasi penyimpanan data seluruhnya berada di Indonesia. Tidak ada data yang disimpan di negara lain," ungkap Betty di Jakarta pada Senin malam.

Baca :

Betty menjelaskan, bahwa Sirekap yang digunakan untuk pertama kalinya dalam Pemilu 2024 ini didukung oleh layanan Content Delivery Network (CDN) yang berfungsi sebagai loket-loket yang tersebar di seluruh dunia.

Hal ini dikarenakan Sirekap diakses oleh banyak orang dan mengalami traffic yang sangat tinggi. Hanya dalam periode 14-19 Februari, Sirekap diakses sebanyak 648.307.624 kali.

“Untuk memenuhi kebutuhan Sirekap, diperlukan cloud server yang handal, memiliki skalabilitas yang tinggi, dan memiliki sistem keamanan yang kuat. Implementasi cloud server ini memperhatikan regulasi yang berlaku dan perlindungan data pribadi,” jelas Betty.

Baca :

Betty menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengakses portal publikasi Sirekap yang akan diarahkan ke CDN. Dengan demikian, website tersebut memiliki kinerja yang lebih cepat dan aman.

Dari segi keamanan, Sirekap dilindungi oleh Web Application Firewall (WAF) dan anti-DDoS yang dapat membersihkan traffic dan memberikan perlindungan saat terjadi akses yang sangat tinggi secara bersamaan ke aplikasi.

“Cloud menggunakan teknologi IP yang menggunakan anycast IP dan terdaftar di Singapura. Hal ini dilakukan karena serangan DDoS tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di luar negeri,” katanya. *

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
politik
DPR Minta Audit Menyeluruh Seluruh Bandara Khusus Usai Polemik IMIP
Jumat, 28 November 2025 | 23:01:00 WIB
Pasar
Wajah
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd Firdaus
Dipercaya Gubri Jabat Kadis PMD Riau, Ini Harapan Mhd...
Jumat, 19 September 2025 | 23:14:21 WIB
Artikel Popular
2
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB