|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, telah menetapkan empat orang pemuda tanggung sebagai tersangka kasus penganiayaan seorang warga Pekanbaru. Akibat perbuatan mereka, korban tewas terkena sabetan senjata tajam pelaku.
Pengungkapan ini merupakan buntut dari pecahnya tawuran antar gank motor, Rabu (8/5/2019) dini hari. Pelaku yang putus sekolah ini ditangkap aparat usai kejadian tersebut, masing-masing di antaranya KI (18), MK (15), RG (16) dan YV (16).
"Pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan seorang korban hingga tewas. Satu orang DPO," ungkap Kasubdit III Reskrimum Polda Riau AKBP Mohammad Kholid, Kamis (9/5/2019) saat jumpa pers.
Tuntaskan Pengangkutan Sampah, PT BSP Bantu 1 Unit Motor Gerobak di Kampung Pebadaran
Pakai Sepeda Motor, Wako Agung Keliling Bawa Kepala OPD
Satu di antara tersangka ini, yaitu KI merupakan orang yang dituakan dalam geng motor yang dibentuknya dengan nama Warlex. Lanjut Kholid, satu orang pelaku inisial S yang ikut terlibat tengah diburu keberadaannya (DPO).
"Empat orang kita tangkap, satu lagi inisial S masih buron. Pelaku ini masih di bawah umur. Sedangkan KI orang yang dituakan dalam geng motor mereka," lanjut Kholid.
Sementara itu, dalam proses tingkat penyidikannya, Kholid menyebut akan melimpahkan segera para pelaku ke instansi khusus menangani pelaku anak di bawah umur. Lalu pelaku KI terpisah penanganannya.
Polisi Gadungan dengan Modus Cinta Palsu Bawa Kabur Motor Wanita Paruh Baya
Razia Balam Liar , 36 Motor Terjaring
"Rata-rata para pelaku sudah putus sekolah (tidak tamat). Penanganannya terpisah dengan KI yang sudah kita anggap tidak lagi di bawah umur," tandas Kholid.
Kholid mengimbau kepada para orang tua, hendaknya lebih peduli kepada pergaulan anak-anak mereka. Karena tindakan yang dilakukan pelaku ini sudah terbilang anarkis, nekat menghabisi nyawa seseorang.
Untuk diketahui, komplotan geng motor terlibat tawuran di Jalan Soekarno Hatta, Rabu kemarin. Satu orang yang menjadi korban penganiayaan tewas setelah terkena sabetan senjata tajam. Dalam waktu singkat aparat berhasil menangkap pelakunya.*