|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL
PEKANBARU - Harimau sumatera kembali terlibat konflik dengan manusia di Dusun III, Sungai Mungkal, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Siak, Minggu (17/3). Korban bernama Efendi (32) mengalami luka robek akibat cakaran dan gigitan harimau.
“Korban diserang sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Kapolsek Sungai Apit, AKP Rinaldi, Senin (18/3).
Kapolsek mengatakan, informasi serangan harimau dipastikan pada Senin (18/3) sekitar pukul 9.00 WIB, yang dibenarkan oleh kepala desa setempat.
Subuh Mencekam, Gajah Liar Masuk Pemukiman Serang Anak 8 Tahun
Manajer PT SSL Meninggal Dunia Usai Serangan Jantung, Klinik Perusahaan Telanjur Dibakar Massa
Setelah ditindaklanjuti, diketahui Efendi diserang setelah makan malam bersama tiga temannya dan korban langsung merokok.
“Saat korban merokok di luar bedeng, tiba-tiba datang harimau menyerang. Namun, korban menangkis menggunakan tangan kanannya,” kata Rinaldi.
Sebelumnya, jelas Rinaldi, korban bersama tiga temannya datang ke lokasi untuk mencari batang sagu. "Mereka itu merupakan warga Rangsang Barat, Meranti datang ke lokasi untuk mencari batang sagu,” ungkap Rinaldi.
Dua Serangkai Pengedar Sabu dan Satu Pucuk Senpi Rakitan Diamankan Polisi
Jejak Harimau Sumatera Ditemukan di Lahan areal HGU PT PHI
Rinaldi mengatakan, serangan harimau bukan pertama kali terjadi. Sehingga pihaknya bersama pihak terkait beberapa kali sudah melakukan upaya pencegahan terjadinya konflik.
Untuk menuju ke lokasi yang berjarak 1,5 km dari pemukiman warga, pihaknya harus menggunakan alat transportasi air.
“Di dusun tersebut tidak ada sinyal sehingga saat ada kejadian akan lambat diproses karena lambat juga diketahui,” kata Rinaldi.
BBKSDA Riau Pasang Lima Kamera Trap untuk Pantau Harimau Sumatera
Pasca Pekerja PT SPA Tewas Diterkam Harimau, BBKSDA Riau Lakukan Mitigasi
Setelah mendapat ada warga mendapat serangan, Rinaldi mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA Riau. Sementara itu, informasi dari korban dan saksi-saksi di lokasi mengatakan, harimau yang muncul berjumlah satu ekor.
“Kejadian sebelumnya bersama pihak BKSDA turun bersama melakukan sosialisasi, pemasangan spanduk, memasang kamera trap dan pemasangan umpan. Kemudian mengimbau agar warga setempat bersama aparat desa rutin melakukan patroli kampung,” ucap Rinaldi.
“Kami juga mengimbau untuk masyarakat melakukan pembatasan aktivitas dari jam 8 pagi sampai malam,” ujar Rinaldi.*