|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Riyadh — Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) mengambil posisi tegas di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam komunikasi langsung dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, MBS menyatakan bahwa Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah maupun ruang udaranya digunakan untuk kepentingan serangan militer terhadap Iran.
Sikap tersebut dilaporkan oleh sejumlah media Timur Tengah dan kantor berita internasional, termasuk Saudi Gazette, Geo TV, dan Reuters, yang terbit pada 27–28 Januari 2026.
“Saudi Arabia will not allow its airspace or territory to be used for any military actions against Iran,” ujar Pangeran Mohammed bin Salman kepada Presiden Iran, sebagaimana dikutip media-media tersebut.
WNI Masuk Militer Asing, Yusril Tegaskan Status Kewarganegaraan Tak Langsung Gugur
Wabup Siak Syamsurizal Optimis, Realisasi PAD Akan Dikejar di 2026
Pernyataan ini muncul pada saat hubungan Iran–AS kembali memanas, menyusul meningkatnya retorika politik Washington serta penguatan kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Washington tengah menimbang berbagai opsi tekanan terhadap Teheran, termasuk kemungkinan langkah militer terbatas.
Dalam konteks tersebut, posisi Arab Saudi menjadi krusial. Sebagai sekutu strategis Amerika Serikat sekaligus kekuatan utama di kawasan Teluk, sikap Riyadh dinilai dapat memengaruhi arah eskalasi maupun upaya deeskalasi konflik.