|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : PE*
SEBAGAI seorang wartawan, Saya mengenal sosok Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Mohammad Iqbal pada sekitar tahun 2000 akhir. Saat itu, beliau masih berpangkat Senior Inspektur Polisi atau setara Ajun Komisaris Polisi (AKP) saat ini. Jabatannya: Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas (Kasatlantas) Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Pekanbaru.
Ketika itu, Saya sehari-hari adalah wartawan Harian Riau Pos yang 'ngepos' di pengadilan, kejaksaan dan kepolisian. Karenanya, kami sering berjumpa. Terutama dalam peliputan kegiatan Poltabes Pekanbaru. Khususnya lagi dalam kegiatan Satlantas Poltabes Pekanbaru.
Saat menjabat Kasatlantas, M Iqbal adalah sosok perwira pertama yang ramah, komunikatif dan suka bercanda. Juga bersahabat dengan wartawan dan pimpinan media. Karena itu, wajahnya yang tampan dan aktivitasnya sebagai Kasatlantas sering tampil di media-media cetak lokal.
Langkah Optimis di 2026, PT BSP Awali Silaturahmi dengan Dua Camat
Apel Perdana 2026, Bupati Siak 'Prank' 6 ASN yang Berulang Tahun dengan Apresiasi yang Manis
Pernah, ia berhari-hari menjadi newsmaker dan selalu tampil di publikasi utama media cetak lokal. Itu terjadi ketika musim hujan. Kota Pekanbaru yang dikenal sebagai Kota Bertuah (Bersih, Tertib, Usaha Bersama, Aman dan Harmonis) seringkali kebanjiran di saat musim hujan. Bahkan sampai saat ini, banjir atau genangan air masih terjadi saat hujan deras turun mengguyur Kota Pekanbaru. Sehingga julukan Pekanbaru pun sering diplesetkan warga dari Kota Bertuah menjadi 'Kota Berkuah' alias Kota Banjir.
Pada musim hujan itu, Kasatlantas M Iqbal beserta jajarannya turun langsung ke titik-titik banjir. Bertugas mengatur lalu lintas dalam kepungan banjir. Kadang, dari sebelum magrib sampai tengah malam, mereka berjibaku berjam-jam lamanya berdiri tegak di genangan air, di bawah guyuran hujan deras, mengatur lalu lintas agar tidak macet. Bahkan ada beberapa personil yang ikut membantu mendorong kendaraan warga yang mogok akibat terjebak banjir.