POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Kuansing

Pacu Jalur Kuansing, Menyusuri Arus Sejarah Abad ke-17 hingga Mendunia:

Semakin Menawan, Warisan Budaya Menarik Cuan

Sabtu, 6 Juli 2024 | 09:52:03 WIB

Editor : Rinalti Oesman | Penulis : Deslina

 Semakin Menawan, Warisan Budaya Menarik Cuan
Ilustrasi: Pacu jalur Kabupaten Kuantan Singingi, s warisan budaya, mengabungkan kekuatan fisik dan semangat gotong royong. (Foto: Adlis Pitrajaya/PE) 

Khairun (56 Tahun), tukang pembuat jalur 'Pangeran Kramat Tangan Biso', merupakan pengrajin dari Koto Hinuman.Pemilihan tukang jalur, dilihat dari track record jalur yang pernah dibuatnya, terutama prestasi jalur saat berlaga di Festival Pacu Jalur. Semakin sering menang jalur tersebut, maka akan membuat imbas positif ke tukang pembuat jalur.Dirinya akan semakin terkenal dan diburu desa-desa pembuat jalur. Dan bayaranya pun juga akan semakin mahal.

"Alhamdulillah, jalur yang saya buat sering juara," cerita Airun, begitu pria berperawakan sedang ini dipanggil.Kemampuannya menjadi tukang jalur,belajar dari pamannya. Hampir sepuluh tahun Airun menjadi pembantu beliau dalam mengerjakan jalur-jalur pesanan saat itu di desanya.

Berbekal keahlian yang ditimba dari pamannya, Airun telah mampu mandiri mengerjakan jalur pesanan puluhan tahun. "Awalnya, saya menerima orderan buat jalur kecil saja. Tahun 1999, mulai berani menerima orderan membuat jalur yang besar,"sebut Airun. Untuk sebuah jalur yang dibuatnya, dibantu 3 orang anak tukang, Airun mendapatkan bayaran sekitar Rp30 Juta. Pengerjaannya memakan waktu 2 hingga 3 bulan. Ada dua alat yang dipakai Airun untuk mengerjakan jalur, kapak dan ladiang godang yang tajam. 

Baca :

Bahkan, kata Airun selama proses pembuatan Jalur dirinya harus menjauhkan hal-hal yang dilarang agama, salah satunya tidak boleh mabuk dan berbuat maksiat."Ada ritual-ritual lah, sebelum dan selama proses pengerjaannya, cerita Airun sambil tertawa kecil.

Melihat mahalnya upah membuat sebuah jalur, bahkan sampai jadi menghabiskan dana diatas Rp100 juta. Diakui Ali, Pj Kades Desa Kampung Baru Sentajo,Kecamatan Sentajo Raya dan itu mereka dapatkan dari sumbangan masyarakat desa, serta bantuan dari perusahaan-perusahaan-perusahan yang beroperasinya di daerah mereka." Jumlahnya cukup besar, dana ini kita dapatkan dari sumbangan masyarakat yang angkanya kita patok setiap kepala keluarga. Alhamdulillah, selama ini mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat desa. Kita berharap, jalur yang berbiaya mahal ini, harus dirawat lebih baik, sehingga dapat bertahan lebih lama untuk digunakan disetiap lomba, sebut Mashuri.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
hukum
Status Hukum Naik, Yaqut Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji
Jumat, 9 Januari 2026 | 20:43:00 WIB
siak
Bupati Siak Rangkul Lawan Politiknya, Afni: Kami Sudah Move On
Jumat, 9 Januari 2026 | 12:49:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB