|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : Deslina
Khairun (56 Tahun), tukang pembuat jalur 'Pangeran Kramat Tangan Biso', merupakan pengrajin dari Koto Hinuman.Pemilihan tukang jalur, dilihat dari track record jalur yang pernah dibuatnya, terutama prestasi jalur saat berlaga di Festival Pacu Jalur. Semakin sering menang jalur tersebut, maka akan membuat imbas positif ke tukang pembuat jalur.Dirinya akan semakin terkenal dan diburu desa-desa pembuat jalur. Dan bayaranya pun juga akan semakin mahal.
"Alhamdulillah, jalur yang saya buat sering juara," cerita Airun, begitu pria berperawakan sedang ini dipanggil.Kemampuannya menjadi tukang jalur,belajar dari pamannya. Hampir sepuluh tahun Airun menjadi pembantu beliau dalam mengerjakan jalur-jalur pesanan saat itu di desanya.
Berbekal keahlian yang ditimba dari pamannya, Airun telah mampu mandiri mengerjakan jalur pesanan puluhan tahun. "Awalnya, saya menerima orderan buat jalur kecil saja. Tahun 1999, mulai berani menerima orderan membuat jalur yang besar,"sebut Airun. Untuk sebuah jalur yang dibuatnya, dibantu 3 orang anak tukang, Airun mendapatkan bayaran sekitar Rp30 Juta. Pengerjaannya memakan waktu 2 hingga 3 bulan. Ada dua alat yang dipakai Airun untuk mengerjakan jalur, kapak dan ladiang godang yang tajam.
Israel Semakin Brutal, Sekutu Gerah dan Palestina Berdarah
Sengketa Pilkada Siak Berlanjut ke Proses Pembuktian, Dr Afni Z: Alhamdulillah, Agar Semakin Terlihat Terang
Bahkan, kata Airun selama proses pembuatan Jalur dirinya harus menjauhkan hal-hal yang dilarang agama, salah satunya tidak boleh mabuk dan berbuat maksiat."Ada ritual-ritual lah, sebelum dan selama proses pengerjaannya, cerita Airun sambil tertawa kecil.
Melihat mahalnya upah membuat sebuah jalur, bahkan sampai jadi menghabiskan dana diatas Rp100 juta. Diakui Ali, Pj Kades Desa Kampung Baru Sentajo,Kecamatan Sentajo Raya dan itu mereka dapatkan dari sumbangan masyarakat desa, serta bantuan dari perusahaan-perusahaan-perusahan yang beroperasinya di daerah mereka." Jumlahnya cukup besar, dana ini kita dapatkan dari sumbangan masyarakat yang angkanya kita patok setiap kepala keluarga. Alhamdulillah, selama ini mendapat dukungan sepenuhnya dari masyarakat desa. Kita berharap, jalur yang berbiaya mahal ini, harus dirawat lebih baik, sehingga dapat bertahan lebih lama untuk digunakan disetiap lomba, sebut Mashuri.