JAKARTA-- Nilai tukar rupiah bertengger di Rp15.566 per dolar AS pada Selasa (22/10) pagi. Mata uang Garuda melemah 63 poin atau 0,41 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang menguat 0,09 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen, yuan China melemah 0,26 persen, peso Filipina melemah 0,09 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,15 persen.
Sedangkan dolar Singapura dan dolar Hong Kong stagnan persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Mata uang utama negara maju juga bervariasi. Tercatat euro Eropa menguat 0,02 persen, poundsterling Inggris menguat 0,01 persen, dan franc Swiss menguat 0,08 persen.
Rupiah Sempat Tembus Rp18.000, Pemerintah Yakin Akan Kembali Menguat
Bersama SKK Migas dan BPKP, Penentuan Direktur BSP Kini di Tangan Bupati Siak
Sedangkan, dolar Australia melemah 0,05 persen, dan dolar Kanada juga melemah 0,01 persen.
Analis Pasar Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah imbas makin besar kemungkinan the Fed bakal pangkas suku bunga.
"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang melanjutkan penguatan setelah pernyataan hawkish dari beberapa pejabat the Fed yang menginginkan pemangkasan suku bunga yang lebih gradual," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Rupiah Terpukul! Dolar AS Tembus Rp17.600, Ancaman Ekonomi dan PHK Mulai Menghantui
Bupati Kampar Dorong Perempuan Inspiratif Melalui Seminar Hari Kartini
Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp15.475 per dolar AS - Rp15.575 per dolar AS.
Rupiah Tembus Level Terlemah, BI Percepat Strategi Jaga Stabilitas Kurs
Sadis Teror Pagi di UIN Suska, Mahasiswi Bersimbah Darah
Sumber:CNNindonesia