|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/AP
PEKANBARU- Polda Riau kembali mengungkap jaringan internasional. Kali ini barang bukti dalam operasi pemberantasan peredaran narkotika sebanyak 53,6 kilogram sabu dan 49.682 butir ekstasi.
Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal menegaskan akan terus memberantas peredaran narkoba di Riau. Hal ini karena hampir setiap hari ada penangkapan terkait narkoba di Riau. Permasalahan narkoba tidak hanya menjadi tantangan di Riau, tetapi juga di berbagai provinsi di Indonesia.
“Bukan cuma di Riau narkoba ini merajalela, di provinsi lain juga begitu. Apalagi Riau ini merupakan pintu masuk dari negara lain ke daerah lainnya,” jelas Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, SIK MH, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (14/1/2025) turut dihadiri Kepala BNNP Riau Brigjen Pol Robinson DP Siregar, Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira, dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto.
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Indosat Memperkuat Kialitas dan Keamanan Jaringan du Kepulauan Riau
Sebagai antisipasinya, Kapolda Riau menegaskan akan memperketat pengawasan di perbatasan Provinsi Riau. Ia menambahkan penjelasannya bahwa penambahan personel dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fokus utama dalam penanganan narkoba.
“Personel tiap tahun pasti bertambah karena setiap enam bulan sekali ada lulusan baru. Tapi kami tidak hanya berfokus pada kuantitas, melainkan juga kualitas, seperti pelatihan penyelidikan, undercover (penyamaran), dan pengetahuan teknologi untuk para personel,” jelas M Iqbal lagi.
Ketika ditanya tentang keberadaan bos narkoba di Provinsi Riau, jendral berbintang dua itu dengan tegas menyatakan tidak ada tempat bagi mereka di wilayah hukumnya.
"Satu Dolar" untuk Riau: PHR Didesak Buka Kartu
KPK Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Diduga Terkait Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
“Kalau ada bos narkoba yang dilindungi, tentu tidak akan kami biarkan. Pun kalau ada, saya duluan yang akan menangkap,” lanjut Iqbal menegaskan.
Polda Riau berharap dengan langkah ini peredaran narkoba di Riau bisa ditekan, apalagi posisi provinsi Riau merupakan wilayah strategis menjadi jalur penyelundupan narkoba dari luar negeri.
“Operasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah melalui Program Asta Cita Presiden RI untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya,” tegas Irjen Iqbal.
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
KPK Geledah Lanjutan di Kantor PUPR Riau hingga 6,5 Jam
“Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat tentang pengiriman narkotika dalam jumlah besar dari Bengkalis menuju Pekanbaru,” terang Irjen Iqbal.
Penangkapan sebut Irjen Iqbal dilakukan tim Subdit 2 Ditresnarkoba yang dipimpin oleh PS Kasubdit 2 bergerak cepat melakukan surveilans dan pemetaan lokasi yang diduga akan dilewati para pelaku.
“Ini adalah komitmen kami untuk terus memberantas narkoba demi melindungi masyarakat dari bahaya barang haram ini,” tegas Irjen Pol Mohammad Iqbal.
Harga Sawit Swadaya Riau Turun Efek Lesunya Pasar CPO
Perebutan Ketua Golkar Riau: Antara Loyalitas Kader dan Kepentingan Politik
Pada Kamis (9/1/2025), tim mendapati mobil Wuling putih dengan nomor polisi BM 1323 EV berhenti di sebuah rumah makan di Jalan Lintas Pelalawan-Siak, Kabupaten Siak.
Dari rumah makan tersebut, tim mengamankan tiga terduga pelaku yakni ES (35), SAP (30), dan S (31) serta SH.
“Hasil penggeledahan tim melakukan penggeledahan dan menemukan 54 bungkus besar berisi sabu dan 20 bungkus besar ekstasi di dalam kendaraan tersebut,” kata Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira.
KPK Tetapkan Gubri Wahid, Kadis PUPR Riau dan Tenaga Ahli Jadi Tersangka
Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba di KPK, Langsung Jalani Pemeriksaan Usai OTT di Pekanbaru
Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka, barang haram itu diperoleh dari seorang pria berinisial I, yang diminta untuk diantarkan kepada pria inisial SH.
Kemudian tim melakukan strategi controlled delivery dan disepakati transaksi dilakukan di Masjid Besar Al-Muttaqin, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Sekitar pukul 17.00 WIB, tim berhasil menangkap SH yang tiba di lokasi menggunakan mobil Innova hitam dengan nomor polisi BM 1449 AAE.
OTT KPK, Gubernur Riau Abdul Wahid Rencananya Dibawa ke Gedung KPK Jakarta Besok
UIR Raih Penghargaan Media Perguruan Tinggi Pilihan di Anugerah Media Siber 2025 SMSI Riau
Pengakuan SH, ia mengaku diperintahkan seseorang berinisial IW dalam penyelidikan untuk mengambil barang tersebut.
Dirresnarkoba Polda Riau menyampaikan, dari pengungkapan ini pihaknya berhasil menyelamatkan sekitar 317.000 jiwa dari bahaya narkotika.
"Para tersangka kini dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal yang menanti adalah hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun, tegasnya.
Polda Riau terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Meskipun hampir setiap hari ada penangkapan terkait narkoba, para bandar dan pelaku kejahatan narkoba tampaknya tetap aktif bergerilya di Provinsi Riau.**