|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : rls
PEKANBARU - Sekolah Tunas Bangsa berdiri sejak tahun 2004, dan dire-opening pada April 2016 oleh Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa.
Saat ini memasuki babak baru dengan bergabungnya tokoh tokoh masyarakat yang peduli akan dunia pendidikan, seperti Tarjoko dari Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Siswaja Muljadi dari Anggota DPRD Provinsi Riau, Jono dari Persatuan Umat Buddha Indonesia, Edy Surya dan Johan Leo dari MTI.
Kemudian A-ling dari Yayasan Bodi Nanda, Edi Wijaya dari PMA, Rudy Kartadinata dari Pengurus Cetya Dhamma Manggala, Kota Pekanbaru dan Asnawi Tian Sang dari Buddha Tzu Chi Pekanbaru.
SLB Pembina Pekanbaru Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025
Komnas HAM Bongkar Fakta Mengejutkan di Tesso Nilo di Riau
Dengan bergabungnya para tokoh masyarakat dalam Yayasan Pendidikan Dharma Tunas Bangsa, tentu akan memberikan banyak masukan yang bermanfaat untuk kelangsungan pendidikan, peningkatan mutu, sarana dan prasarana seperti perbaikan gedung, pengadaan Labor Komputer, pelatihan guru-guru, serta ditambahkannya mata pelajaran Budi Pekerti yang akan dimulai pada tahun ajaran 2019-2020.
Pelajaran Budi Pekerti sangat dibutuhkan untuk membangun mental, perilaku, tata etika dan bakti anak kepada orang tua.