|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : okezone.com
Setelah yayasan Haji Karim Oei berdiri, selanjutnya pengurus yang ada di dalamnya mendirikan sebuah masjid di kawasan Pecinan, Pasar Baru dalam rangka menyebarkan informasi atau syiar tentang Islam. Nama Lautze dipilih karena masjid tersebut didirikan di Jalan Lautze. Kemudian Lautze dalam bahasa Mandarin memiliki arti "guru." Singkat cerita, masjid ini akhirnya berdiri dengan menyewa sebuah ruko.
"Kita awalnya menyewa tempat di ruko ini. Tapi setelah itu menyewa kan rawan ya. Lalu akhirnya pemilik gedung menawarkan supaya di beli saja," ucap Yusman, belum lama ini.
Yusman menceritakan, pengurus Yayasan Haji Karim Oei awalnya tidak memiliki dana untuk membeli ruko tersebut. Namun mereka memutar otak mencari donatur dalam rangka syiar Islam kepada tokoh-tokoh bangsa.
Tabligh Akbar UAS di Siak Dipadati'Lautan'Manusia
Buya H Ristawardi Dt Marajo Peringati Tahun Baru Islam 1447 H di Masjid Al Ikhsan MIC Bangkinang
Alhasil, pengurus yayasan mendapati Ketua Umum ICMI, BJ Habibie sebagai donatur yang siap membeli ruko tersebut. Pada perjalanannya, dua ruko digabung menjadi satu lalu dijadikan Masjid Lautze.
"Makanya Pak Habibie yang meresmikan. Alhamdulillah, karena tujuannya untuk pendekatan dengan saudara kita Tionghoa, jadi bangunan atau arsitektur masjid ini menyesuaikan supaya mereka merasa nyaman," tuturnya.