|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : okezone.com
Yusman mengungkapkan, desain bangunan Masjid Lautze sengaja dibentuk menyerupai Klenteng dengan langgam Tionghoa untuk mempermudah syiar Islam di kawasan pecinan. Terbukti dengan bangunan masjid seperti ini, banyak warga Tionghoa yang main ke sini kemudian tertarik mendalami agama Islam.
Yusman menuturkan, Masjid Lautze bersifat inklusif atau terbuka bagi umat beragama lainnya. Mereka diperbolehkan berkunjung ke masjid ini untuk sekadar melihat-lihat, ataupun belajar agama Islam.
Masjid Lautze memiliki jam operasional sebagaimana jam kerja. Senin sampai Jumat buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Dengan begitu di masjid ini hanya bisa menggelar salat berjamaah Dzuhur dan Ashar. Sedangkan Maghrib dan Isya tidak ada. Sedangkan tanggal merah atau hari Sabtu libur. Hari Minggunya biasanya digunakan untuk majelis taklim dalam rangka pembinaanf.
Tabligh Akbar UAS di Siak Dipadati'Lautan'Manusia
Buya H Ristawardi Dt Marajo Peringati Tahun Baru Islam 1447 H di Masjid Al Ikhsan MIC Bangkinang
"Kita masih sebatas jam kerja. Salat baru dua waktu Zuhur dan Ashar. Salat Jumat ada. Salat Idul Fitri ada. Tanggal merah kita libur. Karena jamaah kita umumnya karyawan di sekitar sini. Minggu kita buka, ada pengajian lalu kita lanjutkan habis Dzuhur pembinaan, ada yang belajar salat, baca Iqro, ambil air wudhu," tuturnya.*