|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : antarariau
Badarudin mengatakan bayi lobster bernilai tinggi itu diduga kuat berasal dari wilayah Banten, Jawa Barat. Benih itu kemudian dibawa melalui jalur darat melintasi sejumlah provinsi seperti Lampung, Sumatera Selatan, Jambi hingga ke Riau. Sesampai di Riau, pelaku kemudian membawanya ke Kota Dumai untuk kemudian diselundupkan ke Malaysia.
"Provinsi Riau hanyalah perlintasan penyelundupan. Kalau asalnya kita duga dari wilayah Pulau Jawa dan dari Banten," ujarnya.
Sementara itu, Badarudin belum dapat memastikan jaringan sindikat penyelundupan lobster tersebut. Menurut dia, Riau selama ini di luar dari peta penyelundupan lobster ke luar negeri. Acap kali para penyelundup memanfaatkan jalur Batamuntuk langsung ke Singapura.
BMG Perkirakan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Riau
BMG Perkirakan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah di Riau
Terpisah, Kepala Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Pekanbaru Eko Sulistyanto mengatakan hasil selundupan yang berhasil digagalkan Polisi Perairan Polda Riau itu akan segera dilepasliarkan di Provinsi Yogyakarta, sore hari ini.
Senada dengan Badarudin, Eko mengatakan Riau selama ini bukan merupakan peta utama dan jalur favorit penyelundupan bibit lobster. "Justru dengan penangkapan ini kita akan semakin waspada. Mudah-mudahan hasil pengembangan kasus ini kita bisa mengungkap jaringan lebih luas," tuturnya.