Dari sisi eksternal, ketidakpastian masih tinggi meski AS dan Iran sepakat soal prinsip panduan soal nuklir.
Namun, risiko militer tetap tinggi setelah Garda Revolusi Iran melancarkan latihan di Selat Hormuz, karena pasukan AS tetap ditempatkan secara besar-besaran di seluruh Timur Tengah.
Kemudian, investor juga berhati-hati menjelang rilis risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve.
Nilai Tukar Rupiah Melemah Rp16.771 per Dolar AS
Jaket Desain Khusus Bupati Siak Terjual Rp8 Juta, Donasi Korban Bencana Sumatera Tembus Miliaran Rupiah
"Investor juga menunggu laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk bulan Desember, yang akan dirilis pada Jumat, indikator inflasi pilihan Fed yang dapat membentuk ekspektasi suku bunga," kata Ibrahim.
Dari sisi domestik, kondisi defisit APBN tengah mendapatkan sorotan dari publik. Ibrahim menilai bila pemerintah tidak cermat dalam melakukan pengelolaan keuangan negara, maka ketergantungan terhadap defisit berpotensi menunda reformasi struktural.*