Dari sisi eksternal, ketidakpastian masih tinggi meski AS dan Iran sepakat soal prinsip panduan soal nuklir.
Namun, risiko militer tetap tinggi setelah Garda Revolusi Iran melancarkan latihan di Selat Hormuz, karena pasukan AS tetap ditempatkan secara besar-besaran di seluruh Timur Tengah.
Kemudian, investor juga berhati-hati menjelang rilis risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve.
Rupiah Tembus Level Terlemah, BI Percepat Strategi Jaga Stabilitas Kurs
Nilai Tukar Rupiah Menguat Rp16.802
"Investor juga menunggu laporan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk bulan Desember, yang akan dirilis pada Jumat, indikator inflasi pilihan Fed yang dapat membentuk ekspektasi suku bunga," kata Ibrahim.
Dari sisi domestik, kondisi defisit APBN tengah mendapatkan sorotan dari publik. Ibrahim menilai bila pemerintah tidak cermat dalam melakukan pengelolaan keuangan negara, maka ketergantungan terhadap defisit berpotensi menunda reformasi struktural.*