|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Zul
BENGKALIS - Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1440 H dari dan menuju Pulau Bengkalis, Pemerintah Kabupaten Bengkalis siagakan 5 unit armada kapal penyeberangan atau Ro-Ro (Roll on Roll off).
Armada kapal penyeberangan akan melayani jalur penyebarangan di Pelabuhan Air Putih, Kecamatan Bengkalis menuju Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu dan sebaliknya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Djoko Edi Imhar, melalui Sekretaris Zul Asri mengatakan kelima armada kapal Ro-Ro penyeberangan itu, yakni KMP Swarna Putri, KMP Bahari Nusantara, KMP Mulia Nusantara, KMP Mutiara Pertiwi dan KMP Permata Lestari.
Sepanjang 1,3 Km Jalan Tualang-Sungai Mandau Siak Akan Dibangun dari APBN
Pemkab Rohil Tegaskan, Perjalanan Wabup ke Sumbar Pakai Dana Pribadi
Menurut Zul Asri, diperkirakan lonjakan arus mudik untuk balik kampung ke Pulau Bengkalis, pada Rabu (29/5/2019), engingat mulai tanggal 30 Mei 2019, sudah mulai libur.
“Begitu terjadi lonjakan kendaraan tinggi, maka seluruh armada akan dioperasikan. Namun jika sifatnya masih normal, kita turunkan 4 unit armada roro. 1 unit roro sifatnya standbay guna perawatan,” ungkap Zul Asri.
Setiap harinya Ro-Ro bakal beroperasi dari pukul 06.30 WIB hingga 24.00 WIB. Jika antrian masih panjang, operasinya akan ditambah hingga pukul 02.00 WIB dini hari dan semua roro akan beroparasi.
Keterbatasan Dana, Pemkab Siak Tetap Peduli Bantu Anak Yatim Dhuafa Santunan Bulanan Serta Seragam Gratis
Pemkab Siak Pastikan 6.323 Mahasiswa Terima Bantuan Beasiswa Tahun 2025
Sementara itu, sejumlah warga pengguna jasa penyeberangan Ro-Ro Air menyambut baik penambahan armada roro. Untuk memaksimalkan pelayanan jasa penyeberangan, warga berharap agar pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis dapat memaksimalkan pelayanan saat antrean.
“Kita semua tahu, saat arus mudik sudah dipastikan terjadi antrean panjang kendaraan. Nanti saya minta agar tidak lagi ada yang menerobos antrean. Kadang ada juga yang nakal merobos antren sehingga orang lain jadi marah,” harap Budi (43), warga Senggoro.*