:
JAKARTA – Duo kreator Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah berhasil melakukan siaran langsung TikTok selama 11 jam tanpa putus di jalur mudik dari Jakarta menuju Yogyakarta.
Livestream tersebut menjadi bukti stabilitas jaringan selama perjalanan mudik sekaligus bagian dari program #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik” yang didukung oleh Indosat Ooredoo Hutchison.
Keberhasilan livestream selama 11 jam tersebut dilakukan Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan saat melakukan perjalanan mudik dari Jakarta menuju Yogyakarta. Siaran langsung melalui TikTok itu digelar dalam program #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik”, sekaligus memecahkan rekor MURI untuk kategori livestream TikTok nonstop terlama di jalur mudik.
Sepanjang perjalanan, keduanya mengajak para pengikutnya ikut merasakan pengalaman “mudik bareng” secara virtual. Siaran diisi dengan berbagai aktivitas mulai dari obrolan santai di dalam mobil, cerita perjalanan, hingga refleksi Ramadan bersama sejumlah bintang tamu.
Pemkab Siak Siaga Mudik Lebaran, 235 Personel Disiapkan di 10 Posko Pengamanan
Indosat Luncurkan Program #LebihBaikIndosat, Pastikan Koneksi Andal Selama Ramadan dan Mudik
Beberapa tamu yang ikut meramaikan siaran tersebut antara lain dr. Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, Boah Sartika, dr. Gian Pratama, dan Ustaz Alfie. Percakapan yang berlangsung menghadirkan perspektif ringan mengenai perjalanan setiap orang dalam menjadi lebih baik selama Ramadan.
Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan mengatakan perjalanan tersebut membuktikan bahwa konektivitas digital kini menjadi bagian penting dalam pengalaman mudik.
“Seru sekali bisa membawa followers ikut ‘mudik bareng’ secara virtual. Dari awal perjalanan sampai mendekati Jogja, semuanya terasa sangat lancar. Rasanya seperti perjalanan panjang yang ditemani jutaan orang,” ujar Dave.
Amankan Mudik Lebaran 2026, Polres Pelalawan Siapkan 5 Pos Pengamanan
Jelang Mudik Lebaran, Jalan Lintas Timur Km 74–84 Pelalawan Dibuka Dua Arah Mulai 13 Maret
Keberhasilan siaran langsung tanpa putus tersebut didukung oleh kesiapan jaringan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) yang telah dioptimalkan untuk menghadapi lonjakan trafik selama periode mudik.
Melalui program Ekspedisi Jaringan Andal, perjalanan tersebut juga menjadi uji ekstrem jaringan di jalur mudik yang padat mobilitas.
Koneksi stabil dibutuhkan masyarakat untuk berbagai aktivitas digital, mulai dari navigasi perjalanan, komunikasi dengan keluarga, transaksi digital, hingga hiburan selama perjalanan.
Dishub Riau Antisipasi Lonjakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Go Live Like a Pro, IM3 Ajak Mahasiswa Unri Berkarya di Dunia Digital
Untuk mendukung kelancaran jaringan, Indosat telah melakukan optimalisasi di lebih dari 75 jalur mudik utama serta lebih dari 790 titik Point of Interest (POI) seperti gerbang tol, rest area, stasiun, terminal, hingga destinasi wisata. Seluruh jaringan juga dipantau selama 24 jam guna memastikan kualitas layanan tetap stabil sepanjang periode mudik.
Dalam pengukuran internal selama ekspedisi tersebut, rata-rata kecepatan internet mencapai sekitar 90 Mbps. Bahkan pada titik dengan kualitas jaringan terendah, koneksi masih mampu menjaga siaran tetap stabil dengan kecepatan sekitar 15 Mbps.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, momen mudik menjadi waktu ketika jaringan telekomunikasi benar-benar diuji karena jutaan orang bergerak secara bersamaan.
“Perjalanan mudik adalah momen ketika koneksi benar-benar diuji. Karena itu kami memastikan jaringan Indosat tetap andal di sepanjang jalur mudik agar pelanggan dapat tetap terhubung dan berbagi momen perjalanan tanpa gangguan,” ujar Vikram.
Ia menambahkan, kesiapan jaringan selama Ramadan dan Idulfitri merupakan bagian dari komitmen #LebihBaikIndosat, yang diwujudkan melalui penguatan jaringan, teknologi yang relevan, perlindungan digital yang lebih kuat, serta kepedulian sosial bagi masyarakat.
Kelancaran Arus Mudik Lebaran, Mulai 28 Maret Truk Dilarang Melintas
Pastikan Koneksi Stabil, Indosat Ooredoo Hutchison Perkokoh Jaringan Mudik
Rekor MURI tersebut sekaligus menunjukkan bahwa di era digital, perjalanan mudik tidak hanya tentang menempuh jarak menuju kampung halaman, tetapi juga tentang tetap terhubung, berbagi cerita, dan menikmati perjalanan di setiap kilometer perjalanan.*