WASHINGTON – Amerika Serikat mulai menghadapi tekanan anggaran dalam membiayai perang melawan Iran, setelah konflik yang semula diprediksi berlangsung singkat justru berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengajukan tambahan anggaran sekitar US$200 miliar atau setara Rp3.387 triliun. Besarnya angka tersebut menjadi sinyal kuat bahwa perhitungan awal pemerintah AS meleset dari realitas di lapangan.
“Dibutuhkan uang untuk menumpas pihak-pihak berbahaya,” kata Hegseth dalam konferensi pers, Jumat (20/3/2026).
PWI Dorong Pemerataan Hunian Layak bagi Wartawan, Tapera Pastikan Akses Pembiayaan Terbuka
Biaya Haji 2026, Embarkasi Batam Sebesar Rp54.125.422 Per Jemaah
Ia mengatakan pemerintah akan kembali berkoordinasi dengan Kongres Amerika Serikat untuk memastikan pendanaan militer tetap tersedia di tengah meningkatnya kebutuhan operasi.
“Kami akan kembali ke Kongres dan para mitra kami di sana untuk memastikan kami memiliki pendanaan yang tepat,” ujarnya.