BANGKINANG KOTA – Upaya pencarian terhadap Rahmadani (13), bocah laki-laki yang dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar, Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, masih terus berlangsung hingga Jumat (15/05/2026) pagi. Tim gabungan bersama masyarakat berjibaku menyisir aliran sungai di tengah arus yang semakin deras dan cuaca yang mulai memburuk.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, H Azwan, mengatakan proses pencarian kini memasuki hari kedua. Meski sedang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BNPB di Bogor, ia memastikan operasi pencarian tetap berjalan maksimal.
“Pencarian hari kedua masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi dari Bangkinang Kota.
Bupati Kampar Instruksikan Hewan Kurban 2026 Diprioritaskan untuk Desa Minim Kurban
Asisten II Setda Kampar Ikuti Launching Pendidikan Antikorupsi dan Rakor Pengendalian Inflasi
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Kedaruratan dan Logistik BPBD Kampar, Ade Chandra Lukita, menjelaskan bahwa operasi pencarian kembali dimulai sejak pagi hari. Tim gabungan turun ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB setelah sebelumnya melakukan briefing dan evaluasi.
Menurut Ade, insiden tenggelamnya Rahmadani terjadi pada Kamis (14/05/2026) siang. Laporan pertama diterima BPBD sekitar pukul 13.29 WIB. Pencarian sempat dilakukan hingga malam hari sebelum akhirnya dihentikan sementara karena kondisi gelap dan dilanjutkan kembali pagi ini.
“Satgas gabungan langsung melakukan penyisiran di lokasi sejak pagi. Area pencarian juga diperluas hingga sekitar satu kilometer dari titik terakhir korban terlihat,” jelasnya.
Bupati Kampar Pimpin Upacara HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas, Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik
Genap Sebulan Terapkan WFH Jumat, Bupati Kampar Tinjau Satpol PP dan Perkim
Ia menambahkan, tim menerapkan dua metode pencarian sekaligus. Selain penyisiran di sepanjang aliran sungai, petugas juga melakukan penyelaman di sekitar kerambah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Kami menduga korban kemungkinan tersangkut di bawah kerambah-kerambah yang ada di sekitar lokasi. Karena itu penyelaman dilakukan secara intensif di titik-titik tersebut,” terangnya.
Proses pencarian sendiri tidak berjalan mudah. Kondisi debit air Sungai Kampar dilaporkan mulai meningkat dengan arus yang cukup kuat sejak pagi hari. Cuaca mendung disertai gerimis juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Genap Sebulan Terapkan WFH Jumat, Bupati Kampar Tinjau Satpol PP dan Perkim
Majelis Zikir Kampar di Hati Gelar Kajian Rutin, Wabup Misharti Ajak Perkuat Sinergi Wujudkan Kampar Religius
Meski begitu, tim gabungan bersama masyarakat tetap berupaya maksimal untuk menemukan korban secepat mungkin.
“Jika ada perkembangan terbaru, akan segera kami sampaikan kembali,” tutup Ade. *