Setelah menyelesaikan pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), Ryamizard lulus pada 1974 dari kecabangan Infanteri, korps yang dikenal sebagai tulang punggung pasukan tempur Angkatan Darat.
Menjadi KSAD di Masa Transisi
Karier Ryamizard banyak dihabiskan di satuan infanteri elite. Ia dikenal sebagai perwira yang dekat dengan prajurit dan lebih senang berada di lapangan dibandingkan di balik meja.
Kabar duka menyelimuti Dunia Pers Nasional, Sekjend PWI Pusat H Zulmansyah Sekedang Wafat Dini Hari Tadi
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Komandan Batalyon Infanteri, Komandan Brigade Infanteri, hingga memimpin satuan-satuan penting di lingkungan Kostrad.
Pengalaman panjang di lapangan membuatnya memahami karakter pasukan tempur secara mendalam. Rekan-rekannya mengenal Ryamizard sebagai sosok yang tegas, lugas, dan tidak banyak basa-basi dalam mengambil keputusan.