Kariernya terus menanjak. Ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, termasuk Panglima Kodam Jaya dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), jabatan yang kerap menjadi batu loncatan menuju pucuk pimpinan TNI.
Pada 2002, Ryamizard dipercaya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto.
Masa kepemimpinannya sebagai KSAD berlangsung pada periode penting pascareformasi, ketika TNI tengah menjalani berbagai perubahan besar, termasuk penataan hubungan sipil-militer dan transformasi internal institusi pertahanan.
Kabar duka menyelimuti Dunia Pers Nasional, Sekjend PWI Pusat H Zulmansyah Sekedang Wafat Dini Hari Tadi
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Sebagai KSAD, Ryamizard dikenal memiliki pandangan kuat mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia kerap menegaskan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa harus menjadi perhatian utama seluruh elemen negara.
Di bawah kepemimpinannya, Angkatan Darat terus memperkuat profesionalisme prajurit sekaligus menjaga kesiapan tempur di tengah dinamika keamanan nasional yang terus berkembang.