HOME / Wajah

Ryamizard Ryacudu, Jenderal Lapangan yang Menapaki Puncak TNI hingga Menjadi Menteri Pertahanan

Minggu, 31 Mei 2026 | 19:25:22 WIB
Editor : Red | Penulis : Rea
Ryamizard Ryacudu, Jenderal Lapangan yang Menapaki Puncak TNI hingga Menjadi Menteri Pertahanan - Pekanbaruexpress
Kenangan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat masih menjabat sebagai KSAD.

Kepergian Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Tentara Nasional Indonesia dan bangsa Indonesia. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) sekaligus Menteri Pertahanan itu dikenal sebagai sosok prajurit lapangan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengabdi kepada negara.

Bagi banyak prajurit, Ryamizard bukan sekadar jenderal bintang empat. Ia adalah figur yang tumbuh dari satuan tempur, meniti karier dari bawah, hingga akhirnya mencapai posisi tertinggi di Angkatan Darat dan dipercaya memimpin Kementerian Pertahanan.

Lahir dari Keluarga Militer

Baca :

Ryamizard Ryacudu lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950. Darah militer mengalir kuat dalam dirinya. Ayahnya, Letnan Jenderal TNI Musannif Ryacudu, merupakan salah satu perwira tinggi Angkatan Darat yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia kemiliteran.

Lingkungan keluarga yang dekat dengan kehidupan tentara membentuk karakter Ryamizard sejak muda. Disiplin, ketegasan, dan semangat pengabdian menjadi nilai yang melekat dalam perjalanan hidupnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), Ryamizard lulus pada 1974 dari kecabangan Infanteri, korps yang dikenal sebagai tulang punggung pasukan tempur Angkatan Darat.

Baca :


Menjadi KSAD di Masa Transisi

Karier Ryamizard banyak dihabiskan di satuan infanteri elite. Ia dikenal sebagai perwira yang dekat dengan prajurit dan lebih senang berada di lapangan dibandingkan di balik meja.

Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Komandan Batalyon Infanteri, Komandan Brigade Infanteri, hingga memimpin satuan-satuan penting di lingkungan Kostrad.

Baca :

Pengalaman panjang di lapangan membuatnya memahami karakter pasukan tempur secara mendalam. Rekan-rekannya mengenal Ryamizard sebagai sosok yang tegas, lugas, dan tidak banyak basa-basi dalam mengambil keputusan.

Kariernya terus menanjak. Ia dipercaya menduduki sejumlah posisi penting, termasuk Panglima Kodam Jaya dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), jabatan yang kerap menjadi batu loncatan menuju pucuk pimpinan TNI.

Pada 2002, Ryamizard dipercaya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal Endriartono Sutarto.

Baca :

Masa kepemimpinannya sebagai KSAD berlangsung pada periode penting pascareformasi, ketika TNI tengah menjalani berbagai perubahan besar, termasuk penataan hubungan sipil-militer dan transformasi internal institusi pertahanan.

Sebagai KSAD, Ryamizard dikenal memiliki pandangan kuat mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia kerap menegaskan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa harus menjadi perhatian utama seluruh elemen negara.

Di bawah kepemimpinannya, Angkatan Darat terus memperkuat profesionalisme prajurit sekaligus menjaga kesiapan tempur di tengah dinamika keamanan nasional yang terus berkembang.

Baca :

Dari Seragam Loreng ke Kursi Menteri

Setelah memasuki masa purnatugas dari militer, Ryamizard tidak sepenuhnya meninggalkan dunia pengabdian.

Pada 2014, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Penunjukan itu menarik perhatian publik karena Ryamizard berasal dari kalangan militer aktif lapangan yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang pertahanan.

Baca :

Selama menjabat Menteri Pertahanan periode 2014–2019, ia banyak menyoroti isu pertahanan negara, ancaman terorisme, radikalisme, serta pentingnya bela negara bagi generasi muda.

Di berbagai kesempatan, Ryamizard kerap mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa tidak selalu datang dalam bentuk perang terbuka. Menurutnya, ancaman ideologi dan perpecahan sosial juga harus diwaspadai.

Program bela negara menjadi salah satu agenda yang paling identik dengan kepemimpinannya di Kementerian Pertahanan.
 
Sepanjang kariernya, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang berbicara apa adanya. Pernyataannya sering kali lugas dan tegas, mencerminkan karakter seorang prajurit infanteri yang terbiasa menghadapi situasi sulit di lapangan.

Namun di balik ketegasannya, banyak prajurit mengenangnya sebagai pemimpin yang memiliki perhatian besar terhadap anak buah. Kedekatannya dengan pasukan menjadi salah satu alasan mengapa namanya cukup dihormati di lingkungan TNI.

Perjalanan hidup Ryamizard Ryacudu adalah kisah tentang pengabdian panjang seorang prajurit. Dari seorang taruna muda, komandan lapangan, KSAD, hingga Menteri Pertahanan, ia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menjaga pertahanan dan kedaulatan Indonesia.

Kini, sang jenderal telah berpulang. Namun jejak pengabdiannya akan tetap tercatat dalam sejarah TNI dan perjalanan bangsa Indonesia. Di mata banyak prajurit, Ryamizard Ryacudu akan selalu dikenang sebagai jenderal lapangan yang menapaki puncak karier militer tanpa pernah meninggalkan identitasnya sebagai seorang infanteri. *


Pilihan Editor
Berita Lainnya
pasar
Mulai Besok, Ekspor Batubara Wajib Lapor ke Danantara
Minggu, 31 Mei 2026 | 19:55:18 WIB
Koneksi database gagal