Dahlan menjelaskan, bukan hanya dana bagi hasil tahun berjalan yang belum diterima penuh oleh Siak, tetapi juga terdapat tunggakan dari tahun-tahun sebelumnya. Nilainya mencapai Rp1 triliun.
“Total tunggakan itu mencapai hampir Rp500 miliar. Yang ditunggu tahun ini juga Rp500 miliar,” tulisnya.
Selain menghadapi persoalan dana bagi hasil, Afni juga disebut harus memimpin Kabupaten Siak dalam kondisi keuangan yang berat. Menurut Dahlan, bupati yang baru menjabat itu mewarisi utang daerah sekitar Rp300 miliar dari pemerintahan sebelumnya.
DPRD Kampar Soroti LKPj 2025, Beri Catatan Strategis untuk Perbaikan Kinerja Pemda
Soroti Pemberitaan Media, Kader NasDem Lakukan Aksi Damai di Kantor PWI Riau
Dalam catatannya, Dahlan menilai kondisi tersebut membuat Afni kesulitan merealisasikan berbagai janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat.
“Dia jadi bupati bukan berangkat dari nol tapi dari minus. Dia dapat warisan utang Rp300 miliar dari bupati pendahulu,” tulis Dahlan.