|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : republika
"Di zaman sahabat Nabi SAW pernah beda Idul Fitri antara di Syam (Suriah dan sekitarnya) dan Madinah. Padahal jarak antarkeduanya dekat. Namun, tampak hilalnya beda. Jadi, beda juga penentuan waktu Idul Fitri-nya," tutur Ustaz Alnof, Selasa (4/6).
Kisah perbedaan waktu Idul Fitri itu tertuang dalam sebuah hadis yang telah disinggung para imam. Misalnya, Muslim (3/126), Abu Dawud (No. 2332), Nasa i (4/105-106), Tirmidzi (No. 689), Ibnu Khuzaimah (No. 1916), Daruquthni (2/171), Baihaqy (4/251) dan Ahmad (Al-Fathur-Rabbaani 9/270).
"Dari Kuraib, sesungguhnya Ummu Fadl binti Al-Haarits telah mengutusnya menemui Muawiyah di Syam.
BMKG Prakirakan, Hari Ini Hujan Mengguyar Sebagian Wilayah Riau
SLB Pembina Pekanbaru Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025
Berkata Kuraib, Lalu aku datang ke Syam, terus aku selesaikan semua keperluannya. Dan tampaklah olehku (bulan) Ramadhan, sedang aku masih di Syam. Dan aku melihat hilal (Ramadhan) pada malam Jumat.
Kemudian, aku datang ke Madinah pada akhir bulan (Ramadhan). Lalu Abdullah bin Abbas bertanya ke padaku (tentang beberapa hal), kemudian ia menyebutkan tentang hilal. Lalu ia bertanya, Kapan kamu melihat hilal (Ramadlan)?