|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Linda
PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumbar Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama WWF dan Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan penggiringan gajak yang masuk pemukiman warga di Kecamatan Peranap dan Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Dua ekor gajah latih dari Lubuk Kembang Bungo diturunkan untuk membawa gajah-gajah liar tersebut keluar dari pemukiman warga.
Humas BBKSDA Riau, Dian Indriani, mengatakan, gajah-gajah itu akan digiring ke kawasan TNTN. Ada empat ekor gajah berusia sekitar 2 sampai 6 tahun yang masuk pemukiman warga dan memakan sawit warga.
"Gerombolan gajah itu sudah beberapa lama mendiami dua Kecamatan Peranap dan Kelayang. Seolah enggan beranjak dari tempat tersebut, dan asyik memakan sawit warga," ujar Dian, Rabu (12/6).
Bikin Geger Sepak Bola Asia! PSSI Percayakan Timnas Garuda ke Pelatih Penakluk Piala Dunia
Latihan Besar TNI di Bandara IMIP Sorot Pengawasan Negara dan Status Bandara Swasta
Berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan BBKSDA Riau dengan Wakil Bupati Inhu, Camat Peranap, Lurah, Kepala Desa,
Polsek dan Danramil Peranap, serta perusahaan di lokasi gajah berada sebelum penggiringan tim terlebih dahulu melakukan survei dan arah evakuasi.
Kedatangan dua ekor gajah latih untuk penggiringan gajah liar mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Apalagi kedua gajah latih itu sangat cerdik dan mengetahui apa yang harus dilakukan.
Dian mengatakan, kedua gajah itu bernama Rahman dan Indro. Rahman berusia sekitar 35 tahun sampai 40 tahun dengan berat lebih dari 4 ton sedangkan Indro berusia 30 sampai 35 tahun dengan berat 3,5 ton. "Keduanya berjenis kelamin jantan," pungkas Dian.
Pasca Penyerangan Gajah pada Bocah,BBKSDA Riau Turunkan Tim Mitigasi
Subuh Mencekam, Gajah Liar Masuk Pemukiman Serang Anak 8 Tahun
"Penggiringan dilakukan hari ini (kemarin) ke kantong gajah Tesso Nilo, 15 kilometer dari TKP. Kami datangkan gajah latih dari Lubuk Kembang Bungo, semoga komflik gajah bisa segera teratasi dan tidak terjadi korban jiwa, baik manusia maupun gajah," kata Dian. *