POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Rohul

Diduga Terjadi Pencemaran, Dinas LH Rohul Ambil Sampel Air Sungai

Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB

Penulis : Hendra

 Diduga Terjadi Pencemaran, Dinas LH Rohul Ambil Sampel Air Sungai
ilustrasi

PASIR PANGARAIAN - Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sudah turun ke Sungai Batang Lubuh di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS) Kecamatan Kepenuhan, Rabu (12/6) untuk mengambil sampel air sungai. Hal itu dikarenakan air sungai tersebut diduga tercemar dari pembuangan air limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sumber Jaya Indah (SJI) Nusa Coy.

Dinas LH Rohul turun ke areal PKS PT SJI Nusa Coy setelah adanya laporan dari masyarakat Desa RBS yang menyebutkan, adanya perubahan warna air sungai yang diduga adanya aliran pembuangan limbah cair ke pipa melalui parit kecil yang mengalir ke sungai besar.

Bentuk protes atas adanya dugaan pencemaran air sungai tersebut, beberapa perwakilan tokoh masyarakat Desa RBS dan Kades RBS Thamrin mendatangi kantor PKS PT SJI Rabu (12/6) sore.
Thamrin mengatakan, terjadinya pencemaran air Sungai Batang Lubuh di desanya yang diduga akibat pembuangan limbah cair PKS PT SJI Nusa Coy, Selasa (5/6) malam yang mengakibatkan ada ikan yang mati di sungai tepatnya di Desa Ulak Patian di Kecamatan Kepenuhan. Hal itu diduga karena sungai yang diduga telah terjadi perubahan warna yang mengalir ke Desa RBS. Saat ini air sungai yang selama ini dimanfaatkan untuk mencuci pakaian, piring dan tempat mencari ikan oleh masyarakatnya diduga tercemar.

Baca :

"Kita belum ada kesepakatan dengan PKS PT SJI Nusa Coy, meski Desa Ulak Patian sudah ada kesepakatan dengan perusahan. Karena ini menyangkut lingkungan dan hajat hidup orang banyak, kita minta perusahaan harus bertanggung jawab," katanya.

Kepala Dinas LH Kabupaten Rohul Drs Hen Irpan MSi melalui Kabid Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Muzayyinul Arifin ST MSi membenarkan beberapa petugas Dinas LH sedang di lapangan mengambil sampel air Sungai batang Lubuh yang disampaikan oleh masyarakat tercemar diduga akibat pembuangan limbahcair.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
hukum
Status Hukum Naik, Yaqut Terseret Kasus Korupsi Kuota Haji
Jumat, 9 Januari 2026 | 20:43:00 WIB
siak
Bupati Siak Rangkul Lawan Politiknya, Afni: Kami Sudah Move On
Jumat, 9 Januari 2026 | 12:49:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
3
4
5
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB